Di Antara Kontrak dan Keluarga, Kerim Memilih Jalan Pulang dari Madura United

  • Bagikan
Logo Madura United (Foto: Bola.com/Adreanus Titus)

Reporter: harianjatim

Olahraga-harianjatim.com. Tidak semua perpisahan dalam sepak bola terjadi karena persoalan performa, cedera, atau perbedaan pandangan. Ada kalanya keputusan besar lahir dari alasan yang lebih sederhana, tetapi jauh lebih manusiawi: keluarga.

Begitulah kisah di balik berakhirnya perjalanan Kerim bersama Madura United. Pemain asing asal tersebut memilih mengakhiri kebersamaannya dengan Laskar Sape Kerrab meski kontraknya masih berjalan.

Keputusan itu bukan karena masalah teknis di lapangan maupun hubungan profesional dengan klub. Ada alasan keluarga yang membuat Kerim harus mengambil pilihan berat tersebut.

Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Annisa Zhafarina, mengatakan Kerim sebenarnya masih memiliki komitmen untuk meneruskan perjalanan bersama Madura United.

“Kerim sebenarnya masih memiliki kontrak aktif dan berkomitmen untuk melanjutkannya bersama kami. Namun, ia akhirnya memutuskan mengundurkan diri dan mengakhiri kontraknya karena alasan keluarga,” ujar Annisa.

Musim ini menjadi berbeda bagi Kerim. Jika sebelumnya ia selalu menjalani kompetisi dengan ditemani istri dan anaknya di Madura, kali ini ia harus menjalani hari-hari sebagai pesepak bola profesional seorang diri.

Jarak dengan keluarga, terutama dengan anaknya yang masih kecil, perlahan menjadi beban emosional yang tidak mudah diabaikan.

Dalam sepak bola profesional, pemain sering dituntut untuk selalu siap bertanding, menjaga fokus, dan memberikan performa terbaik. Namun, di balik tuntutan itu, seorang pemain tetaplah manusia yang memiliki kerinduan dan tanggung jawab di luar lapangan.

Situasi tersebut akhirnya membuat Kerim memilih pulang. Ia menyampaikan langsung keputusan itu kepada manajemen Madura United setelah tiba di Madura.

Tidak ada drama dalam perpisahan tersebut. Tidak ada konflik maupun persoalan internal. Yang tersisa hanyalah penghormatan antara pemain dan klub yang pernah berjalan bersama.

“Kami berat hati karena peran dia sangat penting bagi tim. Tetapi ini tentang kemanusiaan. Kami menghormati keputusannya. Dia datang langsung dan berpamitan dengan baik-baik,” kata Annisa.

Bagi Madura United, Kerim bukan sekadar pemain yang mengisi posisi di lapangan. Ia adalah bagian dari perjalanan klub yang memberikan kontribusi dan dedikasi selama membela warna kebanggaan masyarakat Madura.

Klub pun menyampaikan apresiasi atas pengabdian pemain tersebut.

“Terima kasih, Kerim. Kontribusimu sangat luar biasa. Sampai jumpa di lain waktu,” ujar Annisa.

Perpisahan Kerim menjadi cerita lain dari sepak bola: bahwa di balik sorak ribuan penonton dan ambisi meraih kemenangan, ada kehidupan pribadi yang juga harus dipertimbangkan.

Kadang-kadang, keputusan paling sulit bukan tentang bertahan atau pergi dari lapangan hijau, melainkan memilih antara mengejar karier dan kembali kepada orang-orang yang paling dirindukan.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google  News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.           

Download sekarang!

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Lexonrank | free link building tool | automated seo backlinks.