Reporter: harianjatim
Olahraga-harianjatim.com. Madura United bangkit pada babak kedua untuk membalikkan keadaan dan mengalahkan PSIM Yogyakarta 2-1 pada pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (18/9/2026) malam.
PSIM lebih dulu unggul melalui Nermin Haljeta pada menit ke-15. Gol tersebut membuat Madura United harus mengejar ketertinggalan sejak babak pertama.
Tuan rumah belum mampu mengembangkan permainan sesuai rencana. Pelatih Madura United Jose Manuel Gomes da Silva mengakui timnya justru membuat pertandingan menjadi lebih sulit karena sejumlah instruksi tidak dijalankan dengan baik.
“Babak pertama sulit bagi kami karena kami sendiri yang membuat pertandingan menjadi rumit. Mereka akhirnya mencetak gol dan kami tidak melakukan apa yang sudah kami minta sejak awal,” kata Gomes.
Situasi berubah setelah turun minum. Madura United bermain lebih agresif dan meningkatkan upaya untuk menguasai bola serta menciptakan peluang.
Perubahan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-71. Jorge Mendonca mencetak gol penyama kedudukan sekaligus membuka jalan bagi kebangkitan Madura United.
Hanya dua menit berselang, Paulo Gali Freitas mencetak gol kedua. Madura United pun berbalik unggul 2-1.
Gomes mengatakan perubahan permainan tidak terlepas dari pergantian pemain yang dilakukan setelah jeda. Menurut dia, langkah tersebut membantu tim memperbaiki sejumlah aspek permainan.
“Di babak kedua, saya rasa tim yang lebih baik adalah Madura. Melalui pergantian pemain yang kami lakukan, kami memperbaiki tim dan berhasil membalikkan hasil. Para pemain pantas mendapatkannya,” ujarnya.
Bagi Mendonca, gol penyama kedudukan menjadi catatan penting. Itu merupakan gol pertamanya bersama Madura United.
“Saya sangat bersyukur. Saya mendapat dukungan dari pemain, tim, dan pelatih. Mereka selalu mendukung saya dan mengatakan saya harus percaya diri. Hari ini Tuhan memberi rezeki untuk mencetak gol,” kata Mendonca.
Mendonca menilai respons cepat tim setelah tertinggal menjadi salah satu faktor penting dalam membalikkan keadaan. Setelah turun minum, para pemain kembali menjalankan instruksi pelatih dan meningkatkan intensitas serangan.
“Kami mulai melakukan apa yang sebenarnya kami lakukan. Reaksi setelah kebobolan sangat kuat. Ketika ingin memiliki bola dan menyerang, itu yang terjadi. Kami mengoreksi beberapa aspek dan kemudian melakukannya,” ujarnya.
Kemenangan atas PSIM membuat Madura United menyapu bersih tiga pertandingan awal Super League 2026/2027. Laskar Sape Kerrab mengoleksi sembilan poin dan untuk sementara menempati puncak klasemen.
Hasil tersebut juga memperpanjang catatan positif Madura United pada awal musim, setelah mampu mengubah ketertinggalan menjadi kemenangan di hadapan pendukungnya.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.
(Ryan/red)


