Peran Sociopreneur dalam Mendorong Pencapaian SDGs di Indonesia

  • Bagikan

Dewasa ini, peran sociopreneur tengah mendapat sorotan cukup besar dari publik terkait dengan potensinya dalam mengentaskan permasalahan sosial. Sociopreneur dapat diartikan sebagai segala kegiatan atau proses yang dilakukan untuk menggali, menentukan, dan mengeksploitasi peluang sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sosial melalui penciptaan usaha baru maupun mengelola organisasi yang ada secara inovatif (Zahrah et al., 2008).

Sociopreneur bukan merupakan istilah yang baru di dunia. Istilah sociopreneur atau yang biasa dikenal dengan social entrepreneurship telah muncur sekitar tahun 1970-an.

Konsep dari sociopreneur adalah menjalankan suatu usaha yang tidak hanya berorientasi pada profit atau keuntungan semata melainkan juga memberikan pengaruh yang positif terhadap lingkungan sosial dan masyarakat.

Konsep kolaborasi antara aspek bisnis dengan aspek pemberdayaan manusia diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan sosial dan ekonomi yang terjadi sekarang ini.

Namun, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan partisipasi dan kerjasama oleh semua pihak yang terlibat. Dibutuhkan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) baik melalui pendidikan tinggi maupun melalui worskshop keterampilan kerja agar menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.

Sociopreneur dinilai berkontribusi dan memiliki peran penting dalam mendorong tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Hal ini dikarenakan, para sociopreneur melakukan pendekatan yang bersifat praktis, inovatif, dan berkelanjutan serta menyasar para masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, di Indonesia diperlukan peran sociopreneur untuk membantu negara dalam pencapaian SDGs dikarenakan masih banyaknya permasalahan terkait dengan kemiskinan yang melanda negara khususnya diakibatkan karena adanya wabah pandemi Covid-19 Adanya wabah pandemi menyebabkan jumlah masyarakat miskin Indonesia bertambah.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik per Maret 2021 bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 27,54 juta orang.

Diharapkan dari adanya para sociopreneur adalah dapat membantu terkait dengan penyediaan lapangan kerja untuk menekan jumlah penduduk miskin. Diharapkan dengan terserapnya para tenaga kerja tersebut dapat mengurangi angka pengangguran dan dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat sekitar dengan memberikan bantuan terkait dengan apa yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang ini.

Achmad Surya Hadi Kusuma
Kandidat Ketua Umum Badko HMI Jatim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Cancún y riviera maya : entre ruinas mayas, cenotes y lujo. proffound fistival 14.