Kegiatan Padat, Komisioner KPU Ini Andalkan JKN-KIS Untuk Berobat

  • Bagikan

Bojonegoro, harianJatim.com – Kiprahnya menjadi salah satu Komisoner KPU Kabupaten Bojonegoro di Divisi Teknis Penyelenggara membuatnya harus berkonsentrasi lebih terhadap persiapan penyelenggaraan Pemilu. Di sisi yang lain Fatma Lestari (37) masih disibukkan dengan jadwal rutinitas yang begitu padat. Menjadi seorang ibu dengan 3 anak yang setiap hari harus menyiapkan segala keperluan putra-putrinya mengikuti kegiatan belajar secara daring.

“Saya sangat bahagia sekali dengan aktivitas dan rutinitas ini, syukur alhamdulillah sampai dengan detik ini, masih diberikan umur yang panjang dan bisa menemani pertumbuhan anak anak saya,” katanya.

Di tahun 2020, Fatma mengalami cedera dan harus dilakukan tindakan Biopsi Servics. Berita yang mengejutkan yang membuat Fatma berpikir ulang untuk menyetujui saran Dokter untuk melakukan dan menyetujui tindakan tersebut. Bulan April Tahun 2020 silam, ia harus rawat inap di Rumah Sakit untuk menjalani pengangkatan miom.

Selanjutnya, pada bulan November Tahun 2020 ia kembali lagi sakit dan diminta untuk photo rontgen yang pada saat bersamaan disampaikan oleh dokter harus dilakukan operasi. Perasaan campur aduk yang mebuatnya untuk segera memutuskan apa yang telah disarankan oleh Dokter.

“Stres. Saya merasakan itu. Ini bukan operasi yang besar, namun dampak setelah dilakukan operasi ini akan lumpuh bahkan tidak tertolong. Saya terdiam, tidak mampu berkata-kata. Apa yang disampaikan oleh dokter tidak saya amini begitu saja. Diskusi dengan keluarga adalah poin terpenting sebelum dilaksanakan operasi, terutama pada suami saya, apalagi mengingat anak masih kecil-kecil,” kata Fatma.

Dilema itulah yang dirasakan. Setelah seminggu, akhirnya diputuskan bahwa Fatma harus melakukan operasi. Delapan jam pelaksanaan operasi dan setelahnya Fatma masuk ruang ICU selama 1×24 jam untuk recovery kondisinya. Setelah dinyatakan membaik, akhirnya Fatma kembali ke ruang rawat inap, yaitu terdaftar di kelas satu.

“Saya sangat bersyukur sekali, tanpa BPJS Kesehatan meng-cover penjaminan operasi saya yang kurang lebih menghabiskan biaya 250 juta rupiah tentunya saya tidak sanggup. Harga screw saya per satuannya seharga total 40 juta rupiah. Fisioterapi yang saya jalani sesudah operasi dilaksanakan seminggu 3 kali selama tiga bulan dengan dua titik penyembuhan. Bisa dibayangkan sendiri ya biaya–biaya tersebut, belum lagi obat-obatan pasca operasi yang wajib konsumsi. Alhamdulillah semua terjamin BPJS Kesehatan,” katanya.

Sejak kejadian itu, ia berani menepis bila pasien BPJS Kesehatan tidak diperhatikan, karena manfaat yang diperolehnya membuktikan hal sebaliknya. Menurutnya BPJS Kesehatan juga memberikan pelayanan baik ketika Ia menyampaikan keluhan karena kepesertaannya tidak aktif
“Nomor PANDAWA yang saya hubungi secara cepat membantu menyelesaikan. Semoga kedepannya BPJS Kesehatan semakin bagus dan pelayanan bisa lebih ditingkatkan lagi. Sungguh saya sangat mengapresiasi program mulia dari pemerintah yang banyak bermanfaat untuk masyarakat ini. Sejalan dengan semangat gotong royong-nya, JKN-KIS hadir untuk Indonesia yang lebih sehat, untuk saya dan masyarakat Kabupaten Bojonegoro,” tutup Fatma. (Sut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Ai blog : create content automatically and earn. punta cana : lujo, aventura y las playas más vibrantes.