HUT DWP, Pengurus DWP Kemenag Tuban Ikuti secara Daring

  • Bagikan

Reporter: Ahmad Fauzi

HarianJatim.comTuban-Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Tuban mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 yang digelar secara virtual, oleh DWP Kanwil Kemenag Jatim, Selasa (22/12/2020). Giat ini diikuti oleh seluruh Pengurus DWP Kementerian Agama se Jawa Timur. Acara HUT DPW mengusung tema “Peran Dharma Wanita Persatuan dalam Pemberdayaan Perempuan di Era Digital untuk Mendukung Terwujudnya Ketahanan Keluarga Indonesia”.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Kanwil Kemenag Jatim, ibu Lia Yulia Ahmad Zayadi, mengatakan peran istri aparatur sipil negara harus bersinergi dengan tugas dan peran suami.

“Dharma wanita persatuan sebagai wadah persatuan istri ASN harus mampu mendukung pelaksanaan tugas suami untuk lebih berkinerja dan lebih berprestasi, produktivitas sebagai pegawai negeri sipil sangat membantu kondisi rumah tangga,” ujarnya.

Selain itu Dharma Wanita Persatuan juga harus menjaga integritas para suami sebagai pegawai negeri sipil jangan sampai integritas etika dan perilaku sebagai pegawai negeri sipil luntur karena pengaruh istri.
“Dharma Wanita Persatuan harus mulai beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan teknologi saat ini. Menurut wanita berpenampilan ceria ini, adanya pandemi covid 19 yang melanda seluruh dunia di tahun ini sempat membuat kegiatan DWP terganggu secara mendadak, namun di sisi lain memberikan hikmah yang luar biasa bagi kita semua, kemajuan tekhnologi menjadi penyelamat kita untuk dapat tetap beraktivitas dan berorganisasi serta beradaptasi dengan keadaan kehidupan baru atau new normal.

Sementara itu, Penasehat DWP Kanwil Kemenag Jatim, Ahmad Zayadi mengapresiasi giat ini,
karena menggabungkan tiga kegiatan dalam satu forum secara sekaligus.
“Kita memperingati ulang tahun Dharma wanita yang ke-21, kemudian pada hari yang sama juga memperingati hari ibu yang ke 92 dan sekaligus menyongsong peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama yang ke-75,” paparnya.

Menurut Kakanwil Kemenag Jatim ini, ibu adalah madrasah pertama. Sosok ubu adalah sosok yang penuh dengan kelembutan. “Ibu adalah pribadi yang lembut dan santun, tetapi sesungguhnya dibalik kesantunannya, dibalik kelembutannya, sesungguhnya wanita-wanita itu adalah perkasa,” imbuh pria kelahiran Brebes ini.

Ia menambahkan tidak hanya urusan domestik yang diselesaikan ibu, tetapi urusan lain yang membuat para suami sukses dan lancar kerjanya. “Itu sebabnya dibalik kelembutan wanita sesungguhnya wanita itu adalah pribadi-pribadi yang sangat perkasa,” pungkasnya.

(Af/lai)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 336x280