Probolinggo.HarianJatim.Com– Upaya pelestarian lingkungan dan pengentasan sampah melalui program Desa Tematik Hijau terus digencarkan. Hari ini, Rabu (29/4/2026), tim gabungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan pendampingan sekaligus penilaian langsung di Desa Randutatah.
Program yang diinisiasi sebagai bagian dari visi “Go Green” Gus Bupati ini fokus pada penghijauan lingkungan dan optimalisasi pengelolaan sampah melalui sistem Bank Sampah.
Penilaian ini dihadiri oleh jajaran ahli dan pejabat terkait untuk memastikan program berjalan sesuai standar, di antaranya; Ibu Nuring (Dinas Lingkungan Hidup), Bapak Mukhlis (Dinas Pertanian), Pihak FATARPA Nurul Jadid, Camat Paiton beserta Kasi Pemerintahan
Kepala Desa Randutatah, Bapak Suham, menyambut baik penilaian ini. Dalam keterangannya, beliau menegaskan bahwa semangat “hijau” sebenarnya bukan hal baru bagi warga Randutatah. Desa ini memiliki rekam jejak panjang dalam kolaborasi lingkungan bersama pihak ketiga dan para penggiat alam.
“Desa Randutatah sudah melaksanakan penghijauan lingkungan sejak tahun 2005. Kami konsisten menanam dan merawat vegetasi pesisir seperti pohon mangrove, cemara laut, hingga pandan laut. Program Desa Tematik Hijau ini menjadi penguat bagi fondasi yang sudah kami bangun selama puluhan tahun,” ujar Kades Suham.
Selain keunggulan di sektor vegetasi pesisir, pendampingan kali ini juga menekankan pada penguatan Bank Sampah. Dengan hadirnya DLH dan Dinas Pertanian, diharapkan tata kelola sampah di Randutatah tidak hanya berhenti pada pembuangan, tetapi mampu dikonversi menjadi nilai ekonomis maupun pupuk organik bagi pertanian warga.
Melalui sinkronisasi antara pengalaman panjang penghijauan sejak 2005 dan inovasi Bank Sampah saat ini, Desa Randutatah optimistis dapat menjadi role model bagi desa-desa lain dalam mewujudkan lingkungan yang asri dan bebas sampah.


