Surabaya — BUMDesa Usaha Bhakti Manunggal, Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, meraih penghargaan dalam ajang Beritajatim Award 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan pengembangan usaha peternakan ayam petelur yang dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Penghargaan diserahkan oleh manajemen Beritajatim.com melalui Pemimpin Redaksi Dwi Eko Lokononto kepada Ketua BUMDesa, Lilik Sugiarto, dalam acara yang digelar di Hall Grand City Surabaya dan dihadiri ratusan undangan dari berbagai kalangan.
Ketua BUMDesa Kaliombo, Lilik Sugiarto, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas pihak yang terbangun secara berkelanjutan.
“Penghargaan ini bukan hanya milik BUMDesa, tetapi milik seluruh masyarakat Desa Kaliombo. Kami menyampaikan terima kasih kepada Beritajatim.com atas apresiasi yang diberikan, kepada Pertamina EP Cepu yang telah mendampingi melalui program pemberdayaan masyarakat, serta kepada pemerintah desa yang terus memberikan dukungan. Sinergi inilah yang menjadi fondasi utama dalam menggerakkan ekonomi warga,” ujar Lilik, Selasa, 21 April 2026.
Ajang Beritajatim Award 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan dua dekade Beritajatim.com, yang bertujuan memberikan apresiasi kepada institusi, pelaku usaha, dan individu yang berkontribusi dalam pembangunan dan perubahan sosial.
Usaha peternakan ayam petelur yang dikelola BUMDesa Kaliombo mulai dirintis pada 2021 melalui program pemberdayaan masyarakat dari PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 Jambaran-Tiung Biru. Pada tahap awal, usaha ini hanya memiliki satu kandang dengan kapasitas 1.000 ekor ayam.
Seiring perkembangan, jumlah tersebut meningkat menjadi tiga kandang dengan total sekitar 3.500 ekor ayam. Produksi telur saat ini mencapai sekitar 160 kilogram per hari, dengan potensi pendapatan harian hingga Rp1 juta.
Selain memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa, usaha ini juga membuka lapangan kerja bagi warga setempat. Sedikitnya tujuh tenaga kerja lokal terlibat dalam operasional, mulai dari pemeliharaan hingga distribusi. Hasil produksi pun terserap pasar secara konsisten dan dipasarkan ke sejumlah wilayah di Bojonegoro.
BUMDesa mencatat keuntungan bersih berkisar Rp9 hingga Rp10 juta per bulan. Dana tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kelembagaan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor perdagangan dan pemenuhan kebutuhan pangan.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sektor industri, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menciptakan dampak nyata. Model pemberdayaan berbasis potensi lokal yang dijalankan BUMDesa Kaliombo diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun kemandirian ekonomi.


