
harianjatim.Probolinggo.com- Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak hanya memberlakukan GeNose bagi calon santri baru 2021 tapi calon wali santri baru pun mengikuti pemeriksaan GeNose, Jum’at (03/07/21) di ruang pemeriksaan kesehatan bertempat di gedung Universitas Nurul Jadid Paiton, Probolinggo.
Di era pandemi covid 19 saat ini, Pondok Pesantren Nurul Jadid tidak lengah untuk selalu menerapkan protokol kesehatan covid 19. Kedatangan calon santri baru dan walinya memaksa pesantren Nurul Jadid untuk terus berupaya meningkatkan kewaspadaan berkait penyebaran virus 19.
Khosibun Ni’am Kepala Operator GeNose menyampaikan, di era pandemi seperti saat ini protokol kesehatan sangat di diperlukan.
“8000 kantong GeNose untuk penerimaan santri baru tahun ini,” kata Ni’am.
Ia melanjutkan, penerapan protokol kesehatan sangat diperlukan tidak hanya bagi calon santri tapi juga kepada wali yang mengantar ke pesantren.
Untuk memaksimalkan pelayanan Klinik Az-Zainiyah berkolaborasi dengan beberapa organisasi yang bergerak di bidang kesehatan,” imbuhnya.

Kata Ni’am, kita bekerjasama dengan Santi Husada, Saka Bhakti Husada dan Fakultas Kesehatan.
Dalam penerapan prokes covid 19, Pondok Pesantren Nurul Jadid telah memperoleh penghargaan menjadi pesantren terbaik dalam penanganan covid 19 oleh PBNU tahun 2020.
Pasalnya, pesantren Nurul Jadid ini menjadi salah satu penggerak dalam menanggulangi penyebaran covid 19. (DKP)

