Pasuruan, Polemik dalam penjaringan perangkat desa Bulusari banyak masyarakat yang menilai ada indikasi kecurangan saat penjaringan perangkat desa bulusari
Siang ini semua peserta di kumpulkan di balai desa Bulusari, Salah satu peserta Fathur Rahman mengungkapkan beberapa point terkait aturan aturan yang dilanggar dan tidak di jalankan “halah percuma kita paparkan disini, kita paparkan disini terkait surat tugas pada tanggal 8 Oktober lalu saya bertanya kepada panitia terkait surat tugas, eh tiba-tiba besoknya sudah ada surat tugas” Sambil tertawa
“Orang berkendara kalau SIMnya Ketinggalan tetap saja ditilang, ini bilangnya ketinggalan”.
Sementara itu salah satu peserta mantan aktivis mahasiswa kota pahlawan “saya masih ada hampir 40 point titik permasalahan, saya tidak mau memaparkan disini saya hanya akan saya bahas perda tentang sistem kerjasama desa dengan pihak ke tiga, yang harus jelas penggunaan dan kontrak kerjasamanya” Papar aditya
“Saya tetap pada awal saya tidak akan menyalahkan siapapun, saya hargai semua nya tapi kebenaran yang hakiki akan tetap saya telusuri dengan sendiri, ya mungkin saat pergantian kepala desa kedepan atau bisa saat situasi politik di tahun 2023 dan 2024” Ungkap aditya yang ternyata juga hari ini menempuh studi ilmu hukum dan akan di ambil sumpah advokat dalam beberapa tahun lagi
“berani jujur itu hebat, senajan banyak tekanan beberapa pihak untuk meredam inj, saya tidak bisa karena kebenaran harus di ungkap apapun yang terjadi” Tegasnya
karena kita butuh pemimpin yang jujur, arif dan bijaksana, kedepan dalam pemilihan kepala desa kita akan bangun dan ciptakan calon baru untuk desa Bulusari yang lebih baik


