banner 728x90
Berita  

Rekaman Suara Sikap Arogansinya Menyebar, Begini Kata Kasatpol PP Sumenep

Ilistrasi (ist)

Reporter : Junaidi

Sumenep – Harianjatim.com, Beredar rekaman suara sikap arogansi Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Sumenep, Jawa Timur, Purwo Edi Prasetiya. Rekaman yang beredar itu menunjukkan nada kasar pimpinan penegak perda itu kepada anak buahnya.

banner 336x280

Dalam rekaman suara dengan durasi 5 menit 13 detik itu, mantan camat Batu Putih mengancam akan membunuh anak buahnya. Ancaman itu dikeluarkan jika, anak buahnya tidak mampu menjaga mobil, anak dan keluarganya. Tak hanya itu kata-kata kasar dilontarkan pimpinan ini, seperti kata Goblok, Anjing dan lainnya.

Rekaman ini salah satu pimpinan Perangkat Daerah (PD) ini menyebar di sejumlah group Watshapp. Sehingga, rekaman suara yang mirip Kepala Dinas satpol PP ini menjadi viral dan diketahui publik.

“Kamu yang perlu dijaga Ibu, mobil, keluarga saya. Kalau sampai ada apa-apa saya bunuh kamu. Ngerti kamu,” katanya dalam salah satu petikan rekaman suara itu.

Tak hanya itu, dia juga mengumpat anak buahnya dengan kata Goblok, Anjing dan Banjingan. “Kemarin adik jatuh, makanya Kamu, Ibnu, kamu bangsat. Kamu bilang sopir enak, bajingan kamu, anjing kamu,” tutur dalam rekaman tersebut.

Tak hanya itu, Purwo Edi juga meminta anaknya buahnya untuk melayani Ibu kasat dan meminta untuk tidak terjadi apa-apa. Dan, bahkan meminta laporan kepada anaknya buahnya setiap hari akan situasi di rumahnya. Bahkan, dia mengancam akan membehentikannya.

Tak lupa, dalam suara yang beredar dia juga merendahkan anak buahnya. “Kamu cuma Kecoa Keroco, Pangkat Tempe, Tatakaramu Dijaga,” ungkap dalam rekaman itu.

Kepala Dinas Satpol PP Puwo Edi Presetiya saat dimintai keterangan tidak membantah atas rekaman tersebut. Bahkan, dia mengakui jika rekaman itu adalah suaranya. “Ya, itu saya lek (suara rekaman, Red), gak tahu kok bisa menyebar,” katanya melalui sambungan telepon.

Dia menuturkan, dirinya mengaku khilaf karena sedang panik lantarannya anaknya jatuh dari mobil. Sehingga, kehilangan kendali.

“Saya khilaf, saya minta maaf, saporanah. Dan, saya juga sudah sampaikan kepada pak sekda, soal kronologisnya,” ungkapnya dengan nada menyesal.

Bahkan, sambung dia, sampai detik ini istrinya masih mengalami trauma atas kejadian tersebut. “Sampai detik ini, istri saya masih trauma. Jadi, wajar saat kejadian itu kami sangat panik,” tuturnya.

Soal pegawai urus keluarga?, Dia membantah soal adanya anak buah yang mengurus dan melayani keluarganya. Bahkan, jadwal yang beredar soal harus melayani keluarganya 24 jam dianggap sebagai fitnah. “Itu fitnah, mungkin orang tidak suka dengan saya lek,” bantahnya. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

banner 336x280