Reporter : Masrul
Sumenep – Harianjatim.com, Bupati Sumenep Achmad Fauzi menargetkan tahun 2024 Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terbebas dari kemiskinan.
Salah satu langkah untuk meninggalkan status yang kurang baik itu, pemerintah daerah terus memprogramkan peningkatan ekonomi. Seperti memberikan bantuan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BPJS, aliran listrik dan beras.
“Penyerahan bantuan merupakan salah satu strategi pemerintah dalam rangka penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumenep,” kata Bupati di sela-sela penyerahan bantuan kemiskinan ekstrem di Balai Desa Pragaan Daya Kecamatan Pragaan, Selasa,
Dana program bantuan penanggulangan kemiskinan ekstrem berasal dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Pemerintah Daerah, sehingga sesuai arahan Presiden Joko Widodo di Kabupaten Sumenep tahun 2024 agar tidak ada angka kemiskinan.
Baca Juga : Desa Kategori Miskin Ekstrim di Sumenep Tersebar di 5 Kecamatan
Bupati mengatakan keberhasilan Penanggulangan Kemiskinam Ekstrem harus dilakukan secara bersama-sama. Seperti melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk swasta, dengan melaksanakan program kegiatan yang terpadu serta terintegritas.
“Yang jelas, Pemerintah Daerah telah melakukan pemetaan desa dengan kemiskinan ekstrem, agar program yang dijalankan itu menyesuaikan dengan penyebab kemiskinan baik di kelurahan atau desa,” terangnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, H. Yayak Nurwahyudi mengatakan, jumlah desa yang masuk kategori miskin ekstrem tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Arjasa, Batang-batang, Pragaan, Lenteng dan Kecamatan Sapeken.
Sementara kemiskinan ekstrem dalam konsep internasional dimaknai sebagai kondisi masyarakat yang memiliki pendapatan kurang dari sekitar Rp800 ribu per bulan.
Artikel Terbaru :
- Kekerasan Militer: Wajah Buruk Negara di Papua
- Nakhodai AMDATARA, Karyanto Wibowo Siap Bawa Kemajuan bagi Industri AMDK
- Tebar Manfaat di Usia ke-77, Puluhan Anak dan Lansia Serbu Bakti Sosial Kesehatan Klinik Az-Zainiyah
- Korlantas Mulai Terapkan ETLE Awasi Pelanggaran Lalu Lintas
- Kritik Perbup Busana Budaya Keraton, Budayawan: Martabat Sejarah dan Kebudayaan tidak Bisa Dipaksakan
Selalu simak berita terkini Harianjatim.com melalui kanal Telegram “Harian Jatim [dot] Com”. Klik https://t.me/harianjatim untuk bergabung.
(*/Msr/Jd)

