DPMD Sumenep Fasilitasi Pengajuan Sertifikat Badan Hukum BUMDes ke Kemenkumham

  • Bagikan
Fadholi, Kepala Bidang Pemberdaya usaha ekonomi dan kerjasama desa (Puekd) DPMD Kabupaten Sumenep. (Foto : for harianjatim.com)

Reporter : Junaidi

Sumenep-harianjatim.com. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur memfasilitasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mendapatkan sertifikat badan hukum dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Kami (DPMD) terus melakukan sosilasisasi dan memfasilitasi pendaftaran sertifikat badan hukum pada Kemenkumham melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,” kata Fadholi, Kepala Bidang Pemberdaya usaha ekonomi dan kerjasama desa (Puekd) DPMD Kabupaten Sumenep, Senin,

Ketentuan pendafatran sertifikat badan hukum itu kata dia sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2021 tentang BUMDes dan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pendaftaran, Pendataan Dan Pemeringkatan, Pembinaan Dan Pengebangan Dan Pengadaan Barang Dan/atau Jasa Badan Usaha Milik Desa/badan Usaha Milik Desa Bersama.

Hingga saat ini lanjut Fadholi, dari 330 desa yang telah terbentuk BUMDes sebanyak 310 desa. Dari jumlah tersebut sebanyak 114 BUMDes telah memiliki kontribusi kepada Pendapatan Asli Desa (PADes) setiap tahun.

“Alhamdulillah 114 BUMDes yang telah memiliki kontribusi pada desa atau masuk kategori BUMDes sehat,” jelas dia.

Fadholi tidak menyebutkan jumlah BUMDes yang telah mengantongi sertifikat hukum dari Kemenkumham. Namun, upaya untuk mengantongi legalitas hukum itu terus dilakukan.

Salah satunya mendorong pengurus BUMDes melakukan input data melalui aplikasi Data Desa Center (DDC). Apaliksi ini merupakan salah satu upaya untuk mempermudah pengawasan kegiatan desa, termasuk kegiatan BUMDes oleh pemerintah, mulai dari Pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pemerintah Pusat.

“Input data masih terus berjalan, karena di Sumenep terkadang tekendala jaringan sehingga input data lambat. Tapi, kami terus melakukan sosialisasi dan pendampingan,” tegasnya.

Sementara bagi desa yang belum membentuk BUMDes sambung dia, kedepan akan melakukan kajian dan pendampingan untuk mengkaji potensi desa yang bisa dikelola oleh BUMDes. Kajian tersebut kata dia akan melibatkan tim ahli dan Pendamping Desa.

“Karena tujuan utama terbentuknya BUMDes itu diharapkan busa menjadi motor perekonomian,” tegas dia.

Baca Juga : Pendamping Desa di Sumenep Diduga Rangkap Jabatan

(Jd/Wd)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Free ad network. punta cana : lujo, aventura y las playas más vibrantes.