Reporter : Junaidi
Sumenep-harianjatim.com. Muzdalifah Agustin Lestari penderita infeksi tetanus derajat berat asal Desa Billapora Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep, Jawa Tumur butuh uluran tangan dari semua pihak.
Saat ini balita yang masih berusia 20 bulan itu terbaring lemas dan mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Meski telah mendapatkan perawatan medis, kondisi putri Rusdi (27) kian kritis ditengah kondisi ekonomo kedua orang tuanya tidak stabil.
Rusdi berada di Jakarta bukan karena berada di rumah saudaranya atau sanak familinya, melainkan dia sedang merantau mengais rizqi seperti warga lain, yakni menjaga toko atau warung sembako.
“Kondisinya saat ini sangat kritis. Mohon doanya semoga anak kami bisa diselamatkan,” kata Rusdi pada media Rabu,
Rusdi menceritakan, penyakit tersebut terjadi setelah putri kesayangannya terkena musibah, yakni tertimpa sepeda motor miliknya di depan warung yang dijaga beberapa waktu lalu.
Akibat peristiwa itu, putrinya terus mengeluarkan darah dari kaki kirinya. Melihat peristiwa itu, Rusdi membawa putrinya untuk berobat ke rumah sakit meski saat itu dia tidak memiliki biaya yag cukup.
Setibanya di rumah sakit, jempol kaki kiri dijahit. Kemudian Muzdalifah diperbolehkan pulang dan kondisinya berangsur membaik. Namun nahas, beberapa hari berselang, secara tiba-tiba tubuhnya kaku bahkan mulutnya sulit terbuka.
Akhirnya, tanpa memikirkan biaya, buah hatinya yang sudah membiru dan kaku dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Setelah ditangani tim medis, Muzdalifah diketahui infeksi tetanus derajat berat.
Mengetahui hal itu, Rusdi bersama istri tertunduk lesuh. Dia duduk tidak tahu harus bagaimana. Mereka hanya ingin anak semata wayangnya bisa diselamatkan dan kembali menghibur keluarga. Sebab biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp 240 Juta.
“Kami tidak tahu harus bagaimana. Kami hanya ingin putri kami bisa diselamatkan,” harapnya.
Baca Juga : Jumlah Penduduk Miskin di Sumenep Naik Drastis
(Jd/Wd)


