Tips-harianjatim.com. Gangguan makan adalah penyakit mental serius yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia tanpa memandang ras, usia, kebangsaan, atau jenis kelamin.
Gangguan makan merupakan penyakit mental dengan tingkat kematian tertinggi. Banyak orang dengan gangguan makan terlihat sehat, namun bisa jadi sangat sakit.
Gangguan makan memiliki dampak yang signifikan pada kesejahteraan individu termasuk obesitas komorbiditas, gejala depresi, kecemasan, penyalahgunaan zat, upaya bunuh diri, dan tingkat kematian dan kekambuhan yang tinggi.
Penyebab gangguan makan belum diketahui secara pasti. Kebanyakan individu dengan gangguan makan tidak tampak kurus. Manifestasi somatik, psikososial, dan psikologis serta komorbiditas gangguan makan mungkin sulit dideteksi. Sehingga mungkin tidak dipandang sebagai masalah serius yang memerlukan intervensi medis.
Keluarga merupakan basis dukungan yang penting bagi mereka yang dalam pemulihan dan efektivitas perawatan. Individu dengan gangguan makan mungkin mengalami respons yang tidak biasa terhadap konsumsi makanan dan pembatasan energi. Gangguan makan terjadi sepanjang masa hidup. Usia khas timbulnya gangguan makan pada masa remaja atau dewasa awal.
Jenis gangguan makan antara lain gangguan makan berlebihan, di mana pasien makan dalam jumlah besar dalam waktu singkat; anoreksia nervosa, di mana orang tersebut memiliki ketakutan yang kuat terhadap kenaikan berat badan dan membatasi makanan atau olahraga berlebihan untuk mengatasi ketakutan ini; bulimia nervosa, di mana individu makan dalam jumlah besar (binging) kemudian mencoba untuk membersihkan diri dari makanan (purging); huruf pika, di mana pasien makan makanan non-makanan; sindrom ruminasi, di mana pasien memuntahkan makanan yang tidak tercerna atau sedikit dicerna; gangguan asupan makanan penghindar/restriktif (ARFID), di mana orang memiliki asupan makanan yang berkurang atau selektif karena beberapa alasan psikologis; dan sekelompok gangguan makan atau makan tertentu lainnya.
Gangguan makan dapat dicegah dengan cara meningkatkan rasa percaya diri, mengurangi stress menerapkan pola makan sehat yang tepat waktu dan sesuai porsi, serta menjalankan diet dengan bantuan ahli gizi. Pengobatan gangguan makan sangat bervariasi sesuai dengan jenis dan tingkat keparahan. Seringkali lebih dari satu pilihan pengobatan yang digunakan antara lain terapi, psikoterapi, konseling, dan rawat inap.Pengobatan gangguan makan juga dapat dilakukan di rumah dengan cara menerapkan pola makan sehat, mengurangi stress, berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Baca Juga : Apakah Lontaran Kalimat Perintah Termasuk Ketidaksantunan Berbahasa?
Ditulis Oleh : Nabila Juba Febrianti | Universitas Airlangga

