Reporter : Junaidi
Sumenep-harianjatim.com. Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur berencanan dalam memanggil Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep Mohammad Hanafi mengatakan, pemanggilan itu untuk mengklarifikasi sejumlah pejabat tinggi pratama yang posisinya dinggap tidak lazim, yakni menjabat lebih dari lima tahun dalam organisasi perangkat daerah (OPD) yang sama.
“Semisal tidak ada aturan yang dilanggar, tapi apakah elok dipandang kalau kepala dinas jabatannya melampaui jabatan bupati yang 5 tahun,” katanya.
Dari sejumlah OPD di Sumenep satu diantaranya menjabat sebagai Kepala Dinas lebih dari lima tahun, yaitu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dimana Yayak Nurwahyudi dilantik sebagai Kepala Bappeda sejak 11 Januari 2017 silam dan hingga Juli 2022 masih menjabat sebagai dinas yang sama.
Hanafi mengaku nantinya akan mempertanyakan data dan regulasi mekanisme terbaru diproses penempatan seseorang di jabatan tertentu.
“Apakah BPSDM belum menginventarisir skema rencana penempatan pejabat. Sebab perencanaan itu kan harus direncanakan oleh BKPSDM. Bahwa pada akhirnya BKPSDM menyerahkan sepenuhnya kepada bupati yang memiliki hak prerogatif sesuai dengan analisa jabatan, kepangkatan dan kedudukannya, itu urusan yang lain,” jelas politisi Partai Demokrat itu.
Kepala Bidang Mutasi dan Promosi BKPSDM Sumenep Muhammad Suharjono membenarkan jika jabatan Yayak Nurwahyudi selaku Kepala Bappeda lebih dari lima tahun.
“Dulu juga ada Pak Rahman tapi sudah dimutasi ke perizinan. Waktu itu hampir lima tahun. Kayaknya yang terlama Pak Yayak, yang lain sudah dilakukan pergeseran,” kata Suharjono, Kamis (30/6/2022) saat dikinfirmasi media.
Dikatakan, Yayak Nurwahyudi telah mengikuti uji kompetensi kepada semua kepala organisasi perangkat daerah atau OPD, ada yang dimutasi dan juga menetap di jabatan lama.
Yayak Nurwahyudi sebagai Kepala Bappeda Sumenep kembali diperpanjang pada 31 Desember 2021.
“Dan Pak Yayak ikut uji kompetensi dan dilantik pada jabatan yang sama karena hasil kompetensinya,” terang Suharjono.
Sementara itu, Kepala Bappeda Sumenep Yayak Nurwahyudi saat dikonfirmasi soal prestasi selama memimpin instansi yang menjadi dapur pemerintahan, irit bicara.
“Biar orang lain yg menilai Mas ….,” jawabnya melalu perpesanan WhatsApp.
Baca Juga : Perbaikan Jembatan Lamban, Warga Tiga Desa di Sumenep Meradang
(Jd/Wd)


