Reporter : Rilis
Sampang-harianjatim.com. Berbagai trobosan terus dilakukan dalam rangka memperbaiki kualitas pesantren yang bersifat modern. Seperti yang diterapkan Ponpes Nurul Jadid Garduak, Sampang, Jawa Timur.
Pondok pesantren ini menerapkan Takhassus (pendidikan konsentrasi khusus) dalam mempelajari cara baca dan cara memahami kitab-kitab klasik (kitab-kitab kuning) sebagai program unggulan.
Target dari program tersebut memberikan bimbingan kepada santri, dimana setiap santri diberi bimbingan khusus dalam waktu dua semester sudah harus mampu membaca dan memahami kitab kuning.
“Selain hal tersebut juga diterapkan rutinitas kegiatan muhadhoroh dan muzakaroh setiap malam harinya,” kata Gus Syamsul Arifin Muddassir, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Garduak, Sampang.
Ponpes Nurul Jadid Garduak berdiri pada tahun 1986 dan berkedudukan di Desa Lepelle Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura.
Pondok Pesantren ini terus mengikuti perkembangan zaman. Saat ini Nurul Jadid juga mengelola pendidikan formal dan non formal. Seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK), Madradah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah.
“Untuk pendidikan non formalnya ada madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) sampai madrasah Diniyah Ulya,” jelas Gus Syamsul.
Tidak hanya itu, Nurul Jadid juga membekali semua santri bahasa asing dan sejumlah keterapilan yang lain.
Sementara untuk pengajian kitab kuning (Kutub Atturats) santri mendapat bimbingan oleh Pengasuh Pondok Pesantren dan beberapa ustadz senior dengan sistem wetonan dan sorogan.
“Setiap malamnya juga ada kegiatan rutin yaitu muhadhoroh dan muzakaroh,” jelas dia.
Gus Abdurrasyid, Majelis Pimpinan Yayasan mengatakan, semua santri juga menerapkan program ekstra kurikuler seperti pembinaan kemampuan berbahasa asing, terutama Bahasa Arab, Inggris, Prancis dan China.
“Jadi pondok ini ada markas-markas bahasa yang dibina langsung oleh tenaga-tenaga khusus sesuai dengan konsentrasinya masing-masing,” tutur Gus Abdurrasyid.
Tidak cukup itu saja, pihaknya juga memberikan pembekalan kemampuan dan kecakapan diri para santri (life skill). Selain itu, santri juga mendapat program bina Pramuka dan kursus-kursus lainnya yang sesuai dengan minat serta potensi dari masing-masing santri.
Selanjutnya adalah rangkaian kegiatan tahunan yang dimulai dengan pelaksanaan ujian semester akhir pada jenjang pendidikan formal. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan musabaqah antar santri yang dikemas dalam kegiatan festival kreasi santri serta.
Berikutnya dilanjutkan dengan pelaksanaan I’lan (demonstrasi kemampuan) dalam menghafal nazam-nazam kitab kuning, seperti nazam aqidatul awam (bidang aqidah), nazam Imrithi, sampai dengan nazam kitab Alfiah Ibnu Malik yang merupakan nazam gramatika bahasa Arab yang wajib dihafal oleh para santri.
“Kegiatan tahunan ini dilaksanakan dalam rangka rangkaian ujian akhir tahun pelajaran sekaligus syukuran kelahiran pondok pesantren Nurul Jadid Garduak,” tegas dia.
Baca Juga : SDN Ganding II Gelar Lepas Pisah Siswa Kelas VI
(Jd/Wd)


