Reporter: Ahmad Fauzi
Tuban-harianjatim.com. Cuaca ekstrim dan gelombang tinggi di laut yang merenggut 4 (empat) korban jiwa nelayan di Tuban, serta alat tangkap yang meresahkan nelayan, Pimpinan Ranting HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Kecamatan Tambakboyo, gelar rapat koordinasi bersama ketua RN (Rukun Nelayan) dan POKMASWAS (Kelompok Masyarakat Pengawas) se Kecamatan Tambakboyo, Rabu (27/7/2022).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh HNSI Kecamatan Tambakboyo ini di hadiri oleh Ketua Rukun Nelayan dan Ketua Pokmaswas di Desa se Kecamatan Tambakboyo, Penasehat dan wakil sekretaris POKMASWAS Kabupaten Tuban, serta pengurus ranting HNSI Kecamatan Tambakboyo.
Wakil sekretaris POKMASWAS Kabupaten Tuban, M. Yasin mengatakan dalam sambutannya, bahwa dengan adanya rapat koordinasi yang melibatkan organisasi berbasis kelautan dan perikanan ini, merupakan sebuah awal yang baik untuk bersinergi bersama dalam rangka menjaga kelestarian laut dan melindungi hak-hak nelayan.
“Sebagai mana disebutkan dalam peraturan Dirjen PSDKP No. 5 Tahun 2021, bahwa pokmaswas memiliki tugas untuk menginformasikan dugaan terjadinya pelanggaran hukum dibidang kelautan dan perikanan kepada pengawas perikanan/aparat penegak hukum, begitu juga peran HNSI dan RN dalam memberdayakan dan melindungi nelayan, ketiganya sangat penting dalam bersinergi, mengingat tupoksi masing-masing erat kaitannya dengan nelayan” tuturnya.
Sementara itu, Ali Imron selaku Ketua PR HNSI Tambakboyo, menyampaikan bahwa akhir-akhir ini cuaca di laut Tuban sangat ekstrim dan terjadi gelombang tinggi, oleh karena itu, ia menghimbau kepada ketua RN se Kecamatan Tambakboyo agar mengingatkan nelayan di Desanya masing-masing agar membawa pelampung dan alat keselamatan di perahunya.

“Mohon bapak-bapak ketua RN agar menghimbau nelayannya supaya perahunya disediakan pelampung sejumlah ABK yang ikut melaut, mengingat cuaca saat ini sangat ekstrim, juga apabila ABK nya ada yang tidak bisa berenang, supaya jangan diajak melaut”, ucapnya.
Ia juga menambahkan, bahwa salah satu alat tangkap yang santer akhir-akhir ini dan sangat meresahkan nelayan adalah trawl (payang) yang dimodifikasi dengan cakar besi dibawahnya.
“Sekarang alat tangkap nelayan yang sedang marak hingga membuat geger sesama nelayan adalah payang yang dimodifikasi dan bawahnya dikasih cakar besi, hal ini dapat merusak sumber daya laut dan habitat ikan, karena cakarnya bisa mengeruk hingga dasar perairan. Jadi, bila bapak-bapak menemukan ada nelayan dari daerah lain kesini dan menggunakan alat tangkap seperti itu, silahkan disuruh kembali agar tidak merugikan nelayan sini”, tuturnya.
Dipenghujung acara, selain mengapreasiasi dengan adanya sinergitas antar organisasi nelayan, para ketua RN juga menyampaikan keluhannya kepada HNSI Kecamatan Tambakboyo, diantaranya adalah alat tangkap berupa garuk supaya dilarang penggunaannya di Tambakboyo, kelangkaan solar AKR untuk nelayan, hingga para pengguna jasa laut yang merugikan nelayan.
Mereka berharap agar PR HNSI Tambakboyo dan POKMASWAS Kabupaten Tuban menyampaikan keluhannya kepada instansi dan lembaga terkait, serta selalu melakukan koordinasi dengan Ketua RN dan Pokmaswas se Kecamatan Tambakboyo.
( af)


