Reporter : Ponirin Mika
Probolinggo.HarianJatim.Com – Masyarakat saat ini dihadapkan dengan berbagai problem. Termasuk problem keagamaan. Fikroh, Harakah, Amaliyah keagamaan yang dilakoninya seringkali bertabrakan dengan ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW. Hal itu ditegaskan Ponirin Mika pada Latihan Kader I Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Abu Nawas Universitas Nurul Jadid Paiton, Probolinggo. Jum’at (02/09/22) di Masjid Randu Merak, Paiton.
Selanjutnya, Ketua Lakpesdam Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama Paiton Probolinggo (Lakpesdam) ini mengatakan, saat ini sebagian masyarakat memiliki pemahaman agama yang sangat lemah. Oleh karena itu, kita harus hadir untuk memberikan edukasi keagamaan kepada mereka agar selaras dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
“Kita lihat di tengah masyarakat. Karena banyaknya paham-paham keagamaan yang menyimpang masuk pada mereka, dan sementara mereka tidak memiliki pemahaman agama Islam yang mendalam. Itu membuat prilaku keagamaannya keliru,” katanya.
Sebagai kader HMI kalian harus menjaga Sunnah Nabi yang telah diajarkan. Paham-palam ulama yang telah teruji keshahihannya.
“Kita tidak boleh mengikuti orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan agama yang baik. Apalagi mengikuti orang yang belajar agama hanya melalui google tanpa ada gurunya. Hal itu berpotensi menjauhkan dari ajaran agama yang di bawa oleh Nabi.
“Ajaran keagamaan yang dicontohkan Nabi itu bersifat Washatiyah. Tidak ekstrim kanan dan kiri,” tegasnya.
Dengan penuh semangat mengisi materi Aswaja, Ponirin menuturkan, jika ada paham yang mudah mengkafir-kafirkan orang, membid’ah-bid’ahkan orang, bahkan mengklaim kafir bagi orang yang beda paham berkait masalah furuiyah, itu menandakan dirinya memiliki paham yang tidak selaras dengan apa yang dicontohkan Nabi.
“Nabi tidak ekstrim bersikap kepada orang. Beliau selalu menjadi solusi bukan mendatangkan masalah,” tegasnya.

