Diduga Dikroyok Oknum Kader PMII, Kader HMI Lapor Polisi

  • Bagikan
Ilistrasi/Ist

Reporter : Junaidi

Sumenep-harianjatim.com. Pengurus Himpinan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Paramadina, Cabang Sumenep, Jawa Timur melaporkan dugaan aksi pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh oknum kader dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kepada pihak Kepolisian Polres Sumenep, Kamis, (15/9/2022).

Laporan tersebut diterima oleh Iptu Abu Mahdura selaku KA SPKT Polres Sumenep dengan nomor LP/B/233/IX/202/SPKT/Polres Sumenep/Polda Jawa Timur tertanggal 14 September 2022.

Ketua Umum Komisariat Paramadina, Cabang Sumenep Hodaivi mengatakan, laporan tersebut dilakukan sebagai jalan akhir. Sebelumnya pihaknya mengaku telah melakukan konsolidasi antara kedua belah pihak. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Sudah kami laporkan. Untuk proses selanjutnya kami pasrahkan sama pihak kepolisian,” katanya.

Dikatakan, peristiwa dugaan pengeroyokan itu terjadi setelah adanya penyambutan mahasiswa baru (Maba) beberapa waktu lalu. Akibat aksi yang dilakukan oleh Kader HMI membuat oknum kader PMII merasa tersinggung.

Rabu, (14/9/2022) malam, sejumlah massa yang diduga oknum kader PMII mendatangi Komisariat Paramadina di Desa Gunggung, Kecanatan Batuan Sumenep.

Setelah diskusi panjang, kader HMI dipaksa untuk minta maaf atas kejadian penyambutan Maba yang dilakukan kader HMI membuat pihak lain tersinggung.

Namun, setelah kader HMI memenuhi permintaan mereka, tiba-tiba mendapatkan perlawanan dengan cara kekerasan.

“Dipukul menggunakan tangan dan kaki, sehingga teman kami terjatuh. Saat terjatuh, teman kami juga diinjak-injak,” kata Hodaivi

Aksi yang dilakukan oleh pelaku diduga semakin membabi buta setelah kadet HMI terjatuh. Bahkan, temannya yang mencoba melindungi juga menjadi korban aksi brutal tersebut.

“Sehingga teman yang satunya juga terkena pukulan dibagian punggung, kepala dan pipi sebelah kiri,” jelasnya.

Lebih lanjut Hodaivi mengatakan, terdapat juga kader HMI yang mencoba mengabadikan melalui video juga mendapat perlakuan prenamanisme.

“Ada teman juga saat hendak memvideo terkena pukulan dan dicengkeram. Bahkan hp miliknya sempat dirampas dan diminta untuk hasil rekaman dihapus,” tegas dia.

Tidak berhenti disitu, kader HMI yang ada diluar Komisariat juga menjadi korban penganiayaan saat sejumlah massa memaksa masuk kedalam Komisariat.

“Jadi, ada tiga semuanya yang menjadi korban pengeroyokan saat itu,” jelas dia.

Sementara Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti belum memberikan keterangan. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hanya membalas dengan emoji tangan menyatu.

Baca Juga : Kader HMI Harus Menjaga Wasathiyah Beragama

(Jd/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
essential tools for website and social media. Booking todo incluido ofertas al caribe.