Ngeri! Arema vs Persebaya Makan Korban, 127 Tewas Akibat Rusuh di Kanjuruhan

  • Bagikan
Suporter Arema yang menyerbu lapangan saat laga menjamu Persib. Nanyian rasialis masih terdengar pada laga kandang Singo Edan vs Persebaya. (ANTARA FOTO/H Prabowo/CNNindonesia)

Usai pertandingan BRI Liga I 2022/2023, sekitar pukul 21.58 Wib pemain dan official Persebaya Surabaya hendak memasuki kamar ganti pemain. Saat itu suporter Aremania melempar bitol air meneral dan benda lain dari atas tribun Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. 

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 22.00 Wib saat pemarin dan official Arema FC berjalan masuk menuju kamar ganti pemain, suporter Aremania turun ke lapangan dan menyerang pemain dan official Arema FC. Aksi tersebut dihalau oleh petugas keamanan dan pemain dan official berhasil dibawa masuk ke dalam kamar ganti pemain.

Setelah itu, jumlah suporter Aremania yang turun ke lapanyan semakin banyak dan menyerang petugas keamanan. Karena suporter Aremania semakin brutal dan terus menyerang aparat keamanan. Saat itu petugas mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata ke arah suporter Aremania. Tindakan itu dilakukan karena beberapa kali peringatan tidak dihiraukan.

Baca Juga :  Diduga Dipicu Air Surut, Kapal Pengangkut Kayu Jati Perhutani Miring di Kalianget

Sementara suporter Aremania yang berada di tribun berlari membubarkan diri keluar stadion. Sementara pihak keamanan saat itu masuk ke dalam loby dalam stadion kanjuruhan dan standby di loby depan pintu VIP.

Kisruh itu kembali terjadi setelah rombongan pemain dan official Persebaya Surabaya dengan menggunakan Rantis dan pengawalan akan bergerak meninggalkan Stadion Kanjuruhan sekitar pukul 22.30 Wib. Saat itu suporter Aremania menghadang dengan meletakkan pagar besi pembatas di jalur sebelum pintu keluar Stadion Kanjuruhan.

Baca Juga :  Prabowo Resmikan Jalan Daerah 1.151 Kilometer di 37 Provinsi, Tekan Biaya Logistik dan Perkuat Konektivitas

Selain itu mereka juga melempari kendaraan rombongan dengan paving blok, botol air mineral, batu, kayu dan benda yang lain.

Tidak hanya itu suproter Aremania juga merusak dua unit Mobil Patwal Sat Lantas dan membakar satu unit Truk Brimob dan dua unit Mobil di pintu masuk depan Stadion Kanjuruhan.

Selanjutnya Aremania yang melakukan penghadangan berhasil dibubarkan oleh aparat keamanan dengan menembakkan gas air mata. Sementara rombongan pemain tertahan karena jalan masih dihadang oleh pagar besi pembatas pada jalur yang dilalui.

Akibat peristiwa itu, banyak suporter Aremania dan aparat keamanan yang mengalami luka-luka. Suporter aremania yang mengalami luka luka dan sesak nafas dirawat ruang Medis Stadion Kanjuruhan.

Baca Juga :  Dukung Program Pemkab Bojonegoro, BUM Desa Bonorejo Menyelenggarakan Sarasehan Hilirisasi GAYATRI

Karena korban terlalu banyak dan ruang medis tidak bisa menampung, selanjutnya korban di bawa ke Rumah Sakit di wilayah Kepanjen antara lain RS Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Hasta Husada dan RS lain dengan menggunakan kendaraan ambulance, truk Polres Malang, truk Yon Zipur 5 Kepanjen, truk Kodim dan kendaraan yang lain. 

Dilansir dari kompas.com, kericuhan terjadi setelah para suporter turun ke lapangan karena tidak terima atas kekalahan tim Singo Edan dalam menjamu Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Baca Juga : PT LIB Hentikan Liga BRI 1 2022/2023 Selama Sepekan

(Red/harianjatim.com)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
For me, coding and music production are two sides of the same coin : it’s all about creating something impactful from scratch.