Reporter : harianjatim
Surabaya-harianjatim.com. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyesalkan peristiwa kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang yang menewaskan ratusan orang.
Orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim itu meminta agar peristiwa yang terjadi usai laga Derby Jatim antara Arema FC vs Persebaya menjadi evaluasi bersama. Sehingga peristiwa serupa tidak terjadi kembali.
“Peristiwa ini harus menjadi pembelajaran dan pendewasaan kita bersama, seluruh insan olahraga dan pecinta sepakbola Indonesia agar menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan,” ungkap Gubernur Khofifah, sebagaimana dilansir harianjatim.com dari laman website kominfojatim.
Baca : Peradi Madura Raya Minta Pemerintah Bentuk Tim Independen Usut Kerusuhan Kanjuruhan
Gubernur Khofifah menyebut insiden Kanjuruhan, tidak hanya menjadi duka Jawa Timur, namun juga duka Indonesia dan duka dunia olah raga. Gubernur Khofifah pun berharap kejadian ini tidak terulang di masa yang akan datang.
“Jangan sampai kejadian ini terulang dikemudian hari,” tegasnya.
Baca : Ngeri! Arema vs Persebaya Makan Korban, 127 Tewas Akibat Rusuh di Kanjuruhan
Saat ini, kata Gubernur Khofifah, Pemprov Jawa Timur bersama Pemkab dan Pemkot Malang tengah fokus menangani korban baik wafat maupun yang membutuhkan pertolongan penanganan tindakan kesehatan. Penanganan di RS Saiful Anwar akan ditanggung oleh Pemprov Jawa Timur. Sedangkam bagi korban yang meninggal dunia dan luka berat akan mendapatkan santunan dari Pemprov Jatim. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban dan keluarga.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh korban dan keluarga. Semoga amal ibadah seluruh korban diterima oleh Allah SWT dan keluarga korban diberikan ketabahan dan keikhlasan. Yang dirawat di rumah sakit semoga lekas sembuh. Aamiin YRA,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, usai pertandingan Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang terjadi kerusuhan. Sebagian menyebutkan jumlah yang meninggal dunia sebanyak 129 orang. Sementara versi tim DVI Polri jumlah yang meninggal dunia 125 orang.
Baca Juga : Update DVI Polri: Korban Meninggal Peristiwa Kanjuruhan 125 Orang
(Jd/Red)


