Umumnya publik Indonesia memiliki harapan tentang kesetaraan. Namun semua partai dinilai tidak memiliki komitmen kesetaraan. Demikian temuan studi yang dilakukan ilmuwan politik, Prof. Saiful Mujani dalam program Bedah Politik bersama Saiful Mujani bertajuk ‘Apakah Partai sudah Mewakili Aspirasi Pemilih?’ yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV pada Kamis, 15 Desember 2022.
Ada dua bentuk kesetaraan yang diteliti: kesetaraan gender dan perlakuan setara pada semua warga negara.
Survei SMRC, November 2022, menunjukkan bahwa dalam aspek pentingnya kesetaraan hak laki-laki dan perempuan, umumnya pemilih memiliki ekspektasi yang tinggi tentang seharusnya ada kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan. Namun pemilih menilai semua partai politik kurang memiliki nilai atau memperjuangkan aspirasi kesetaraan hak perempuan dan laki-laki tersebut.
“Dalam aspek ini (kesetaraan gender), partai-partai politik tidak mewakili aspirasi pemilih,” tegas Saiful.
Dalam isu mengenai perlakuan setara pada semua warga negara, semua partai politik juga dinilai kurang memperjuangkan aspirasi rakyat banyak. Pemilih memiliki aspirasi yang sangat kuat untuk kesetaraan sesama warga negara. Sementara partai-partai politik dinilai kurang memperjuangkan aspek kesetaraan.
Saiful menjelaskan bahwa secara umum dalam beberapa isu, pemilih merasa cukup terwakili oleh partai politik. Namun aspek kesetaraan, publik tidak terwakili oleh partai-partai politik.
Saiful menyatakan bahwa ekspektasi yang tinggi tentang kesetaraan dari pemilih Indonesia adalah sesuatu yang penting.
“Ternyata pemilih kita hebat juga punya demand yang cukup tinggi tentang kesetaraan,” kata Saiful.
Pada tingkat elit, menurut Saiful, masih ada perdebatan atau banyak yang belum setuju tentang isu kesetaraan gender. Padahal di tingkat pemilih, dukungan pada isu ini tinggi.
“Seharusnya partai mengikuti kecenderungan pemilih jika mereka ingin mendapatkan dukungan publik lebih besar,” tegasnya.
Survei ini dilakukan secara tatap muka pada 5-13 November 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden. Response rate sebesar 1012 atau 83%. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).
Baca Juga : Saiful Mujani: Di Mata Pemilih, Umumnya Partai Terlalu Islam atau Terlalu Nasionalis
(rls/red)


