Probolinggo.HarianJatim.Com- Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Nahdlatul Ulama (NU) 2023 menjadi salah satu rangkaian perayaan satu abad NU pada awal Februari mendatang. Porseni NU 2023 merupakan wadah silaturrahim kader NU se-Indonesia.
Pada giat itu, delegasi Madrasah Aliyah Nurul Jadid (MANJ) Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Mahbubillah, Siswa kelas XII IPA 1 MA Nurul Jadid (MANJ) sukses mengharumkan nama Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) dalam kejuaraan pencak silat tingkat nasional.
Ubil sapaan akarabnya, berhasil meraih juara 2 dalam lomba pencak silat kategori tanding kelas D putra di Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) NU tingkat nasional, Jumat (22/1) di Sport Hall Tirtonadi, Solo Jawa Tengah.
Di ajang itu, keikutsertaan ubil sebagai delegasi Pondok Pesantren Nurul Jadid, pasalnya panitia penyelenggara porseni membagi kategori delegasi, mulai delegasi atarpelajar dari LP Maarif NU, Perguruan Tinggi NU dan Pondok Pesantren NU (RMI). ia (Ubil) menjadi delegasi PPNJ pada cabor pencak silat.
Momen tersebut menjadi unjuk kemampuan Ubil, terbukti dengan menjadikannya sebagai juara 2. berkait prestasinya, selain mendapatkan tropi dan piagam, Ulil juga mendapatkan uang pembinaan atas prestasinya.
Sebagai pelatih, M. Lutfi Khailusi Noor turut memberikan komentar, keiukut sertaan anak asuhnya melalui tahap penyisihan, perempat final, semifinal dan final mulai tanggal 18-22 Januari, dia (Ubil) mengikuti dengan penuh semangat dan berhasil melaluinya hingga final. “Ubil di MANJ aktif di ekstrakurikulker bela diri, juga di Perguruan Bela Diri Nurul Jadid (PBDNJ),” paparnya.
Masih kata Lutfi, anaknya juga memiliki pengalaman juara pencak silat di beberapa event,
“Ubil pernah juara di Bupati Cup dan saat di SMP juga pernah juara, makanya ketika ada permintaan untuk mengikuti kejuaraan porseni NU nasional cabor pencak silat,”ulasnya.
Lutfi memberikan apresiasi, even yang mempertemukan ribuan atlet dalam Porseni NU itu tak membuat Ubil berkecil hati, selain latihan rutin di esktrakurikuler MANJ dan di PBDNJ, juga saat tergabung di atlet kontingen Jawa Timur.
“Ubil memanfaatkan masa seminggu karantina para atlet di Unesa Jatim untuk menguasai TC atau teknik cepat. Dia anak yang gigih,” pungkasnya.


