Reporter: Ponirin Mika
Kangean.HarianJatim.Com- Penasehat Forum Komunikasi Santri Kangean Nurul Jadid KH. Nurul Huda Adhim menyampaikan pesan Almaghfurlah KH. Abd Wahid Zaini di acara halal bi halal santri, alumni dan wali santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Kata Kiai Nong (panggilan akrabnya) biarlah santri Nurul Jadid bersatu, bergabung dengan santri-santri yang lain. Ia menirukan dawuh Kiai Wahid. Selasa (25/04/23) di Yayasan al-Futhuhiyah Kalinganyar, Arjasa, Kepulauan Kangean.
Kiai Nong juga berharap agar santri Nurul Jadid jangan berhenti pada tataran konsep jika ingin melakukan kegiatan. Melainkan harus mewujudkan dalan aplikasi nyata di tengah-tengah masyarakat.
“Banyak pekerjaan di tengah-tengah masyarakat yang bisa kita ambil sebagai ajang pengabdian. Santri Nurul Jadid jangan berhenti berpikir dan berinovasi,” katanya.
Selain itu, Kiai Nong mendorong agar santri Pondok Pesantren Nurul Jadid menjadi santri yang merdeka.
“Santri Nurul Jadid harus menjadi manusia yang merdeka. Jangan mudah kaget dengan realita yang di hadapi,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan, jadilah seperti ayam kampung yang bisa mandiri, jangan seperti ayam potong yang mudah cepat mati.
“Santri Nurul Jadid harus memiliki kecakapan komunikasi sehingga bisa bergaul dengan siapapun,” imbuhnya.
Sebagai generasi penerus, santri Nurul Jadid harus memiliki ilmu lebih daripada generasi saat ini. Sebab, ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Arjasa, Kangean ini, ia akan menjadi pemimpin masa depan.
“Jangan lupa pula untuk menoleh ke kanan dan ke kiri kemudian renungkan apa yang ada di tengah-tengah masyarakat,” pintanya.
Selain dari itu, Kiai Nong berharap pada santri agar tidak memutus silaturruh dengan para guru-gurunya.
“Silaturruh dengan berkirim surat Al-fatihah pada guru-guru yang telah mendidik kita,” tambahnya.


