Reporter: Syafiil Anam
Surabaya-harianjatim.com. Geliat Bupati Sumenep Achmad Fauzi dalam menjalankan program berorientasi kemasyarakatan terus dilakukan.
Terbaru, Achmad Fauzi menemui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Rabu (17/5) lalu guna meneruskan perjuangan dalam melakukan reaktivasi rel kereta api di Pulau Madura.
Hal tersebut menyusul adanya amanat yang tercantum di dalam Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo – Tengger – Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.
Hal itu memperkuat visi dan misi yang selama ini digaung-gaungkan oleh pria nomor satu di Kabupaten Sumenep tersebut.
Tak hanya itu, pria kelahiran Sumenep pada 21 Mei 1979 tersebut juga memiliki beberapa pesan-pesan yang sarat akan karakternya yang visioner.
Pada awak media, Jumat (19/5), setidaknya ada 5 pesan yang ia paparkan soal visi dan misi kedepannya.
Pertama yakni ‘Membangun Bersama’
“Pesan ini menggambarkan semangat kolaboratif dan partisipatif dalam membangun sesuatu yang lebih baik. Menekankan pentingnya kerjasama dan kesatuan untuk mencapai tujuan bersama,” ungkapnya.
Kedua yakni Visi, Integritas, Keberanian
“Pesan ini menyoroti kualitas kepemimpinan yang diharapkan dari seorang Fauzi, seperti memiliki visi yang jelas, integritas yang tinggi, dan keberanian untuk mengambil keputusan yang sulit,” jelasnya.
Ketiga yakni Pemimpin Inklusif, Solusi untuk Semua
“Pesan ini menekankan pada sifat inklusif dan keberagaman dalam kepemimpinan Fauzi. Menggarisbawahi pentingnya mewakili dan mengatasi kebutuhan serta aspirasi semua orang,” lanjutnya.
Keempat yakni Perubahan yang Berarti
“Pesan ini menyoroti komitmen Fauzi untuk membawa perubahan positif yang signifikan. Menekankan keinginan untuk mengatasi masalah, menghadapi tantangan, dan menciptakan dampak yang nyata,” imbuhnya.
Kelima yakni Menghubungkan Masa Depan
“Pesan ini mencerminkan visi jangka panjang dan upaya Fauzi untuk membangun koneksi yang kuat antara masa kini dan masa depan. Menggarisbawahi pentingnya merangkul teknologi, inovasi, dan perkembangan yang berkelanjutan,” tutupnya.
Seperti diketahui, Achmad Fauzi dianggap sebagai kuda hitam dalam kontestasi politik menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2024.
Hal tersebut usai namanya berada di urutan 3 besar sebagai sosok yang berpotensi menjadi Gubernur Jawa Timur 2024 oleh berbagai lembaga survey, diantaranya yakni Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).
Dalam hasil ARCI, nama Achmad Fauzi dianggap sebagai kuda hitam lantaran cita-citanya dalam membangun kembali kereta api di Pulau Madura.
Selain soal kereta, ARCI juga menyebutkan, bahwa turunnya angka pengangguran terbuka, termasuk pencapaian menurunkan angka kemiskinan juga menjadi pemicu masuknya nama Fauzi sebagai kuda hitam.
Dilansir dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep pada 2022 sekadar menyisakan 18,76 persen, yang mana jumlah ini terbilang jauh menurun dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 20,51 persen.
Sementara itu, dalam hal tingkat pengangguran, menyebutkan tersisa 1,36 persen di tahun 2022, yang mana berkurang dari tahun 2021 sebesar 2,31 persen.
Tak kalah menarik, data gini ratio pada tahun 2022 juga menurun, menyisakan 0,266 persen. Angka gini ratio pada tahun 2021 masih 2,31 persen.
Penurunan angka pengangguran terbuka dan indeks gini ratio menjadi yang terbaik dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur.


