Belajar Ikhlas Dan Menerima Diri Sendiri

  • Bagikan

Judul Buku : Sabar Paling Dalam
Penulis : Fajar Sulaiman
Penerbit : Media Kita, Kota Jakarta
Jumlah Halaman : 191 Halaman
Tahun Terbit : 2021
Harga : 79.000
Peresensi : Alfiyyatun Marzuqoh*


Sebuah buku yang berjudul “Sabar Paling Dalam” ditulis oleh Fajar Sulaiman yang lahir di Banten pada tanggal 18 Mei 1992. Buku karya Fajar Sulaiman ini memiliki makna yang sangat luar biasa. Buku ini membahas tentang arti sebuah kesabaran dalam menjalani hidup. Buku dengan makna yang indah ini dapat memberikan motivasi dalam menghadapi permasalahan hidup hingga mengganggu mental agar terus bersabar dan ikhlas dengan semua yang terjadi. Selain itu, buku ini juga memberikan gambaran bahwa apa yang menjadi takdir seseorang sekalipun menurut seseorang tersebut tidak mungkin terjadi tetapi jika Tuhan berkehendak pasti akan terjadi, tidak perlu berkecil hati atau iri dengan keadaan orang lain dan tidak perlu membandingkan. Penulis menulis karyanya ini berdasarkan pengalaman pribadi dimana disajikan dengan bahasa yang mudah di mengerti dan logis serta dilengkapi gambar-gambar ilustrasi sesuai dengan perasaan yang dialami. Buku ini diciptakan untuk membantu seseorang yang sedang mengalami masalah terutama kesulitan hidup yang membuat mental semakin down, sedih, kecewa, dan lelah.

Buku “Sabar Paling Dalam” ini berisi tentang gambaran kehidupan seseorang yang sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Keadaan yang menunjukkan titik terendah dalam hidup hingga timbul perasaan kecewa, sedih, dan lelah. Keputusan untuk bangkit melanjutkan perjuangan sangatlah berat karena harus melawan perasaan takut akan kegagalan. Namun, sanggup ataupun tidak harus tetap berjuang karena hidup terus berlanjut dan berkembang. Memiliki mimpi yang tinggi adalah impian semua orang, tapi tidak semua mimpi harus terwujud sekarang, butuh proses untuk mewujudkannya. Dalam prosesnya pasti akan ada kegagalan yang mengiringi, tetapi kegagalan ini bukan akhir dari sebuah wujud impian tapi kegagalan lah yang akan menguatkan seseorang menjadi pribadi yang tangguh, yang tidak mudah jatuh dan rapuh. Mungkin proses seseorang dengan oranglain berbeda tetapi tidak menjadikan seseorang itu tertinggal. Percayalah bahwa segala sesuatu yang sudah menjadi takdir seseorang tidak akan melewatinya begitu saja dan percayalah bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan.

Baca Juga :  Lindungi Petani, Bapemperda Dorong Revisi Perda Pembelian Tembakau

Hidup memang selalu menunjukkan sisi kebohongannya, oleh karena itu seseorang dituntut untuk selalu berpura-pura tidak menjadi diri sendiri. Dituntut untuk menyembunyikan semua perasaan sedih, bahagia, ataupun kecewa. Kadang hidup ini juga perlu diakui bahwa keadaan sedang tidak baik-baik saja. Tidak perlu memaksakan diri untuk terus tetap tersenyum untuk menahan air mata yang sudah tidak mampu dibendung. Jika ingin bersedih, bersedihlah sedalam-dalamnya. Menerima kondisi diri untuk mampu berdamai dengan keadaan dan belajar ikhlas dengan apa yang terjadi hari ini ataupun hari esok.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Sumenep Pantau Pembangunan Gadung Dewan Baru

Pencapaian terbesar dalam hidup adalah ketika seseorang mampu berdamai dengan diri sendiri, tidak menghakimi bahkan membenci. Terkadang pernah menyalahkan diri karena sesuatu hal yang orang tersebut lakukan tidak sesuai dengan harapan. Namun, hal itu justru membuat sesorang semakin terpuruk dan menyalahkan diri. Mulai saat ini belajarlah untuk menjadi sahabat untuk diri sendiri, sahabat yang mampu menguatkan, merangkul saat diri sendiri jatuh, dan jadilah pemaaf disetiap hal yang diri sendiri lakukan. Dalam hidup seseorang perlu belajar untuk menerapkan sifat ikhlas, bersyukur, dan bersabar apapun keadaannya. Disaat banyak orang selalu merendahkan dengan perkataannya yang membuat seseorang jatuh, suatu saat nanti orang yang direndahkan tersebut dapat membungkam perkataannya dengan pencapaiannya. Memang tidak perlu membuktikan kepada mereka, hanya perlu membuktikan pada diri sendiri bahwa orang yang direndahkan mampu melalui segala kesulitan dan mampu berdiri tegak. Terkadang berat, tapi harus selalu bersabar dan bersyukur dengan segala ujian kesulitan dalam proses yang dijalani.

Dalam proses kehidupan sangat perlu bersabar dalam menghadapinya. Memang tidak mudah, karena sabar adalah seni menjalani hidup yang tidak mudah. Ketika menghadapi suatu permasalahan yang menjadi beban dalam hidup, ringan atau berat dan sudah buntu dalam menyelesaikan masalah yakinlah bahwa Tuhan selalu bersama seseorang. Tuhan tahu jika hamba-Nya sedang menghadapi masalah yang berat dan tahu kalau sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. Berdoalah pada Tuhan, karena Tuhan menunggu hamba-Nya dengan doa yang paling serius disertai rintihan tangisan yang paling jujur. Suatu saat nanti seseorang akan disadarkan bahwa cobaan hidup yang terjadi dalam hidup merupakan jalan dari Tuhan agar dapat belajar arti bersyukur dan menjadikan manusia dengan versi yang lebih baik.

Baca Juga :  Kisah Tukang Pijit Naik Haji, Nabung Rp10 Ribu Selama 24 Tahun

Buku “Sabar Paling Dalam” ini memiliki kelebihan yaitu gaya bahasa dan kata yang disajikan oleh penulis sangat indah dan mudah untuk dipahami oleh semua kalangan. Bersampul sederhana berwarna hitam yang tidak membuat isi buku juga terlihat sederhana. Pembahasan dalam buku ini sangat menginspirasi, memotivasi dan menambah wawasan bagi para pembaca. Buku ini dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi yang menggambarkan keadaan dalam setiap bab yang diceritakan yang akan membuat para pembaca seoalah-olah juga merasakan kisah hidup penulis. Selain itu, buku ini memiliki kekurangan yaitu narasi yang tertulis di buku ini cukup singkat namun juga bermakna.

*) Mahasiswi Jurusan Manajemen, Universitas Muhammadiyah Malang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 336x280