Reporter : harianjatim
Olahraga-harianjatim.com. Di tengah dinamika yang terus mengiringi perjalanan sebuah klub sepak bola, Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi, menyampaikan pesan reflektif yang menarik perhatian publik.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Achsanul berbicara tentang sepak bola sebagai ruang yang tidak hanya menghadirkan persaingan dan strategi, tetapi juga membangun hubungan, kenangan, dan penghargaan terhadap perjalanan yang telah dilalui bersama.
“Sepak bola itu indah. Drama di dalam dan di luar lapangan selalu membuat kita berdecak kagum,” tulis Achsanul dalam akum pribadinya, @achsanul.qosasi
Unggahan tersebut muncul di tengah berbagai dinamika yang lazim terjadi dalam dunia sepak bola profesional. Perubahan komposisi tim, pergantian peran, hingga perbedaan pandangan merupakan bagian dari perjalanan yang hampir selalu menyertai sebuah klub.
Namun, bagi Achsanul, perbedaan cara pandang itu tidak seharusnya menghilangkan esensi utama sepak bola sebagai ruang kebersamaan.
“Ada yang santun, ada yang bersiasat, ada yang polos memaknai. Tapi itu semua untuk sepak bola,” lanjutnya.
Pesan tersebut dapat dibaca sebagai pengingat bahwa sepak bola bukan sekadar soal menang dan kalah. Di dalamnya terdapat beragam kepentingan, karakter, dan cara berpikir yang saling berinteraksi dalam satu tujuan yang sama: membangun dan memajukan olahraga yang dicintai bersama.
Yang menarik, Achsanul juga mengajak publik untuk tetap memberikan penghargaan kepada siapa pun yang pernah menjadi bagian dari perjalanan sebuah klub.
“Dan tetaplah ucapkan terima kasih kepada yang pernah dan yang masih bersama,” tulisnya.
Dalam sepak bola modern, loyalitas sering kali diuji oleh berbagai perubahan. Pemain berpindah klub, pelatih datang dan pergi, sementara pengurus serta pemilik memiliki pertimbangan yang berbeda dalam mengambil keputusan. Namun di balik perubahan tersebut, terdapat sejarah yang tidak dapat dipisahkan dari kontribusi orang-orang yang pernah terlibat.
Karena itu, kalimat yang ditulis Achsanul pada bagian akhir unggahannya menjadi bagian yang paling banyak mendapat perhatian.
“Tempat berlabuh adalah sebuah pilihan, tempat bersama adalah sebuah kenangan.”
Kalimat tersebut tidak secara langsung merujuk pada peristiwa tertentu. Namun pesan yang terkandung di dalamnya menyiratkan bahwa dalam setiap perjalanan selalu ada fase pertemuan dan perpisahan. Pilihan dapat berubah seiring waktu, tetapi kenangan tentang kebersamaan tetap menjadi bagian dari sejarah yang tidak dapat dihapus.
Dalam konteks sepak bola, kenangan sering kali memiliki nilai yang melampaui hasil pertandingan. Ia hidup dalam cerita tentang perjuangan, kerja sama, dan mimpi yang dibangun bersama oleh klub, pemain, manajemen, dan suporter.
Pada akhirnya, pesan yang disampaikan Presiden Madura United itu bukan semata-mata tentang sebuah klub. Ia juga berbicara tentang cara memandang perjalanan. Bahwa dalam dunia yang penuh perubahan, menghargai mereka yang pernah berjalan bersama mungkin menjadi salah satu bentuk kedewasaan yang paling sederhana.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.


