SMRC: Pemilih Kuat Ganjar 69 Persen, Prabowo 67 Persen, dan Anies 64 Persen

  • Bagikan
Ilustrasi. (foto: mediaindonesia).

Reporter: harianjatim

Jakarta-harianjatim.com. Proporsi pemilih kuat Ganjar 69 persen, Prabowo 67 persen, dan Anies 64 persen. Demikian temuan survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 31 Juli – 11 Agustus 2023. Hasil survei bertajuk “Trend Elektabilitas Baka Calon Presiden” ini dipresentasikan Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, melalui kanal Youtube SMRC TV pada Rabu, 23 Agustus 2023.

Dalam presentasinya, Deni menunjukkan bahwa dari yang menyebut pilihan simulasi tiga nama (Anies Baswedan vs Ganjar Pranowo vs Prabowo Subianto), ada 30 persen yang masih sangat atau cukup besar kemungkinan untuk mengubah pilihan, 67 persen yang kecil atau sangat kecil kemungkinan untuk mengubah pilihan, dan 2 persen belum menjawab.

Secara lebih spesifik, dari keseluruhan pemilih Ganjar, 69 persen di antaranya adalah pemilih yang kecil atau sangat kecil untuk mengubah pilihan, disebut sebagai pemilih kuat. Sementara pemilih kuat Prabowo sebesar 67 persen, dan Anies 64 persen. Dalam hal ini, 34 persen dari pemilih Anies masuk dalam kategori pemilih lemah karena memiliki peluang yang besar untuk mengubah pilihan. Sedangkan pemilih lemah Prabowo 31 persen dan Ganjar 29 persen. “Dukungan pada Ganjar paling stabil, sementara dukungan pada Anies paling kurang stabil”, Deni menjelaskan.

Baca Juga :  Sekda Edy: Jangan Percaya Calo CPNS-PPK

Dari total populasi, lanjut Deni, dalam simulasi 3 nama ada sekitar 60.3 persen pemilih kuat, 29.6 persen pemilih lemah, dan 10.1 persen undecided (belum menentukan pilihan). Deni menjelaskan bahwa setiap calon masih punya peluang untuk menaikkan dukungan dengan merebut pemilih lemah dan undecided yang totalnya masih sangat besar (39,7%).

Baca Juga :  Sekda Edy: Jangan Percaya Calo CPNS-PPK

Dalam simulasi dua nama yang paling kompetitif, pemilih kuat Ganjar sebesar 72 persen, lebih banyak dari pemilih kuat Prabowo 65 persen. Sebaliknya, pemilih lemah Ganjar sebesar 27 persen, lebih sedikit dibanding pemilih lemah Prabowo, 33 persen.

Deni menjelaskan bahwa dari total populasi, dalam simulasi 2 nama (Prabowo vs Ganjar) ada sekitar 58.6 persen pemilih kuat, 27.4 persen pemilih lemah, dan 13.9 persen undecided. Prabowo mendapat 28.9 persen dukungan kuat dan 15.6 persen dukungan lemah. Ganjar mendapat 29.7 persen dukungan kuat dan 11.8 persen dukungan lemah.

Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Sampel basis sebanyak 3710 responden dipilih secara random (stratified multistage random sampling) dari populasi tersebut dengan jumlah yang proporsional di setiap provinsi. Oversample dilakukan di provinsi-provinsi kecil sehingga total sampel menjadi 5000 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 4260 atau 85%. Sebanyak 4260 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan jumlah sampel tersebut secara nasional diperkirakan +/- 1.65% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling.

Baca Juga :  Sekda Edy: Jangan Percaya Calo CPNS-PPK

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Waktu wawancara lapangan 31 Juli – 11 Agustus 2023. Pembobotan data dilakukan sehingga sampel yang dianalisis proporsional terhadap populasi menurut provinsi dan variabel-variabel demografi lainnya.

Efek Popularitas, Prabowo 42,5 Persen dan Ganjar 46,3 Persen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 336x280