Saiful Mujani: Cawapres Belum Punya Efek Elektoral pada Capres

  • Bagikan
Bursa bakal Capres-Cawapres 2024 - Atas: Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto. Bawah: Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, Gibran Rakabuming Raka. (Foto: tribunnews)

Saiful melanjutkan bahwa pada kubu Ganjar, ada yang berpendapat mungkin Mahfud MD akan memperkuat Ganjar dengan pelbagai pertimbangan. Yang utama adalah rekam jejak Mahfud sebagai pelayan publik: pernah jadi anggota DPR, menteri pertahanan, ketua Mahkamah Konstitusi, dan sekarang menjadi Menkopolhukam. Belakangan Mahfud MD juga menjadi sangat menonjol dalam menjelaskan pelbaga kasus, seperti kasus Sambo, dugaan korupsi di Departemen Keuangan, dan kasus korupsi di Kementerian Pertanian. Mahfud kemudian oleh sejumlah kalangan dianggap bisa menjadi andalan di wilayah penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang juga merupakan amanat Reformasi yang sangat penting. Karena itu muncul harapan bahwa Mahfud kemungkinan bisa memperkuat Ganjar.

Namun demikian, lanjut Saiful, ada juga yang menyatakan bahwa Mahfud kurang bisa memberi efek suara pada Ganjar karena Mahfud tidak memiliki pengalaman dalam pemilihan umum, kecuali untuk pemilihan legislatif. Karena itu ada yang meragukan kemampuan Mahfud bisa menambah elektabilitas Ganjar.

Hal yang sama terjadi pada Muhaimin Iskandar. Saiful menjelaskan bahwa pengalaman kontestasi Muhaimin hanya pada tingkat DPR di kampungnya sendiri, wilayah Jombang. Dan dia sukses dan lolos menjadi anggota legislatif. Namun demikian, Muhaimin berasal dari Jawa Timur dan tokoh Nahdlatul Ulama. Dia memimpin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang pemilihnya hampir semuanya orang NU. Saiful menegaskan bahwa Muhaimin bukan sekadar NU, tapi NU yang serius. Dia bahkan pernah menjadi Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang merupakan organisasi mahasiswa NU. Selain itu, Muhaimin juga dianggap komplementer dengan Anies. Anies bukan orang NU, tapi merepresentasikan tipe Islam modernis. Sementara Muhaimin berasal dari Islam tradisionalis.

Dengan demikian, kata Saiful, pasangan Anies-Muhaimin menunjukkan kombinasi Islam modernis dan tradisionalis. Karena itu, pasangan Anies-Muhaimin diharapkan bisa menarik dukungan secara berarti atau untuk menjadi lebih kompetitif ke depan.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1620 responden. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 2,5% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Waktu wawancara lapangan 2-8 Oktober 2023.

Video utuh presentasi Prof. Saiful bisa disimak di sini:

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
punta cana : lujo, aventura y las playas más vibrantes.