Sementara untuk kasus Anies adalah dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E. Saiful melihat kasus Formula E lebih banyak sebagai opini dibanding faktual. Kasus pelanggaran HAM Prabowo faktual, demikian pula fakta bahwa timnas Israeal tidak jadi bertanding di Indonesia. Sementara Formula E belum kuat sebagai fakta.
Untuk kasus dugaan korupsi Formula E, yang tahu hanya 25 persen dan 75 persen tidak tahu. Dalam dua kali survei, angka ini tidak banyak berubah. Pada Maret 2023, yang tahu 21 persen dan pada survei awal November 2023 menjadi 25 persen. Dari yang tahu, ada 55 persen yang yakin korupsi dalam kasus tersebut benar-benar terjadi. Angka ini relatif sama dengan survei Maret sebesar 57 persen. Hanya 35 persen dari yang tahu tidak yakin korupsi itu terjadi. Dan masih ada 10 persen yang tidak menjawab.
Di kalangan yang yakin korupsi Formula E benar terjadi, hanya 13 persen yang memilih Anies-Muhaimin, 35 persen memilih Ganjar-Mahfud, 45 persen memilih Prabowo-Gibran, dan 7 persen tidak tahu. Sedangkan dari kalangan yang tidak yakin, 41 persen memilih Anies-Muhaimin, 20 persen Ganjar-Mahfud, 32 persen Prabowo-Gibran, dan 6 persen belum menjawab.
Kasus Formula E secara umum juga memiliki pengaruh elektoral. Namun dalam kasus ini, menurut Saiful, yang lebih bersaing adalah Anies dan Prabowo. Jika semakin banyak yang tahu dan yakin kasus korupsi Formula E itu benar terjadi, hal itu akan sangat merugikan Anies-Muhaimin.
Metodologi
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Sampel sebanyak 2400 responden dipilih secara acak (stratified multistage random sampling) dari populasi tersebut. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1939 atau 81%. Sebanyak 1939 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 2,3% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Waktu wawancara lapangan 29 Oktober – 5 November 2023.
Video utuh presentasi Prof. Saiful bisa disimak di sini:


