Reporter: harianjatim
Sumenep-harianjatim.com. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terus melakukan trobosan untuk meningkatkan partisipasi politik dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.
Salah satu upaya yang dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi kepada kaum perempuan didaerah terpencil secara massif. Salah satunya yang dilakukan KPU Sumenep di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Sumenep dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang.
Dalam sosialisasi kali ini KPU Sumenep menggandeng Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS). Tujuannya, selain memberikan kesadaran politik bagi kaum perempuan, juga memberikan penyadaran politik bagi khalayak ramai.
Komisioner KPU Sumenep Muhlis Imam mengatakan, peran perempuan sangat urgen dalam untuk mensukseskan Pilkada 2024. Sebab, perempuan tidak hanya berfungsi sebagai pemilih, tetapi juga sebagai agen perubahan.
“Partisipasi aktif mereka dalam Pilkada 2024 akan menjadi kunci untuk mewujudkan demokrasi yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi dengan tema “Peran Perempuan dalam Mensukseskan Pilkada 2024.”
Jumlah pemilih di Kabupaten Sumenep saat ini didominasi kaum perempuan. Sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan oleh KPU sebanyak 859.185 orang, perinciannya sebanyak 405.585 pemilih laki-laki dan 453.600 pemilih perempuan.
Ratusan ribu warga Sumenep yang telah masuk dalam DPT Pilkada itu tersebar di 1.971 tempat pemungutan suara (TPS) di 334 desa / keluarahan, 18 kecamatan dan 9 kecamatan kepulauan.
Pandangan ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam politik mampu membawa perspektif baru dalam kebijakan publik.
“Suara perempuan dapat menciptakan kebijakan yang lebih memperhatikan isu-isu yang selama ini mungkin terabaikan, seperti kesehatan, pendidikan, dan perlindungan anak,” jelas dia.
Sementara Ketua AMOS Junaidi menekankan pentingnya peran media dalam mengedukasi masyarakat. “Kami berkomitmen untuk menjadi jembatan informasi, memastikan bahwa perempuan di desa-desa seperti Medelan memiliki akses terhadap informasi yang akurat dan relevan,” katanya.
Ia percaya bahwa media dapat berkontribusi besar dalam menciptakan kesadaran politik di kalangan perempuan, yang selama ini mungkin kurang teredukasi mengenai hak-hak mereka dalam politik.
Dengan adanya informasi yang tepat, perempuan diharapkan bisa berpartisipasi tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai kandidat dalam pemilihan, sehingga mendorong keterwakilan perempuan di level legislatif dan eksekutif.
Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya aksi kolektif perempuan. Dalam acara tersebut, peserta diajak untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi perempuan dalam politik. Beberapa peserta mengungkapkan keraguan dan ketakutan untuk terlibat, tetapi dengan dukungan komunitas dan media, mereka merasa lebih termotivasi untuk berpartisipasi.
“Dalam setiap pemilihan, kita harus ingat bahwa suara kita penting. Jika kita tidak bersuara, maka kepentingan kita tidak akan terwakili,” ungkap salah satu peserta yang aktif dalam kegiatan sosial di desanya.
Dengan meningkatnya partisipasi perempuan, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas demokrasi, tetapi juga membawa dampak positif bagi komunitas. Kebijakan yang dihasilkan dari representasi yang lebih baik akan lebih adil dan merata, mencakup semua lapisan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menyelenggarakan program serupa. Harapannya, seluruh Kabupaten Sumenep dapat merasakan dampak positif dari keterlibatan perempuan dalam Pilkada 2024.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Atau melalui aplikasi HarianjatimCom
(jd/red)


