Pemain Cedera Tak Ditangani, Manajer Madura United Kritik Keras BPJS Ketenagakerjaan

  • Bagikan
Tim Manager Madura United Umar Wachdin. (foto: dok Madura United)

Reporter: Ryan

Olahraga-harianjatim.com. Manajemen Madura United FC, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) karena dinilai sangat lambat.

Bahkan pelayanan BPJSTK terkesan mempersulit akses pengobatan bagi pemain yang mengalami cedera. Situasi ini dinilai bisa berdampak langsung terhadap performa tim dalam pertandingan mendatang, Rabu (30/04/2025)

Pemain asing andalan klub, Lulinha, saat ini tengah mengalami cedera serius. Ia telah menjalani pemeriksaan awal dan mendapat surat rekomendasi dari dokter ortopedi untuk segera melakukan pemeriksaan lanjutan melalui prosedur Magnetic Resonance Imaging (MRI). Namun hingga berita ini disampaikan, proses pengajuan MRI tersebut masih belum mendapatkan lampu hijau dari pihak BPJS Ketenagakerjaan.

“Lulinha sudah dapat surat rujukan MRI dari dokter ortopedi. Kami sebagai tim langsung bergerak cepat, mencari fasilitas MRI yang bisa menanganinya secepat mungkin, dan telah mendapatkan jadwal di salah satu rumah sakit di Surabaya. Tapi sangat disayangkan, BPJSTK justru menolak pengajuan kami,” ujar Umar Wachdin, selaku Manager Tim.

Ia menambahkan bahwa situasi ini sangat merugikan, mengingat status Lulinha sebagai pemain inti dalam skema permainan tim. Penundaan dalam proses pemeriksaan membuat tim harus kehilangan salah satu motor serangan utama untuk laga-laga penting yang akan datang.

“Ini bukan perkara remeh. Kami adalah klub sepak bola profesional. Cedera pemain adalah situasi darurat yang harus ditangani cepat. Keterlambatan seperti ini bisa memperparah kondisi medis pemain, memperpanjang masa pemulihan, dan secara langsung merugikan klub dari segi performa maupun strategi,” tegas Umar.

Manajemen klub pun menilai bahwa sistem dan birokrasi yang berbelit justru bertolak belakang dengan fungsi dasar BPJSTK yang seharusnya memberikan perlindungan dan jaminan kepada pekerja – dalam hal ini, para atlet profesional.

“Kami memahami bahwa ada prosedur. Tapi prosedur jangan sampai menghambat keselamatan dan masa depan pemain. Yang kami minta hanya respons cepat, karena waktu sangat krusial dalam penanganan cedera seperti ini,” lanjutnya.

Untuk itu, manajemen klub meminta agar BPJS Ketenagakerjaan segera melakukan evaluasi internal dan memperbaiki alur pelayanan, terutama untuk kasus-kasus darurat seperti cedera atlet. Klub berharap agar kejadian ini menjadi perhatian serius semua pihak, dan tidak terulang kembali di masa depan.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.comatau download App HarianjatimCom.

(red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
punta cana : lujo, aventura y las playas más vibrantes. Create a self growing dr65+ ai blog with weekly content updates.