Reporter: harianjatim
Sumenep-harianjatim.com. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga melakukan edukasi tentang stunting di SDN Talango 1, Sumenep, Jawa Timur, Sabtu, (20/09/2025).
Kegiatan edukasi gizi itu dikemas dengam cara yang cukup unik, yakni dengan melakukan pendekatan kepada anak melalui membaca komik. Siswa tampak senang dan cermat mengiluti kegiatan yang digelar oleh Centre for Health and Nutrition Education, Counseling, and Empowerment (Chenece) FKM Unair dengan Prof. Trias Mahmudiono, S.K.M., M.P.H. (Nutr.), GCAS, Ph.D. sebagai ketua.
Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan program pengabdian masyarakat di Desa Talango sebagai bagian dari desa binaan.
“Pada tahun pertama, pengabdian masyarakat dilakukan pada kader di posyandu. Maka di tahun kedua ini kami menyasar anak sekolah dengan tema stunting,” jelas Prof. Trias.
Dosen FKM Unair Bu Damai mengatakan, pengabdian masyarakat yang dilakukan di salah satu pulau kecil di Madura ini cukup menarik karena lokasinya jauh dari kota. “Jadi perlu ada edukasi gizi, terutama dengan sasaran anak sekolah,” jelas dia.
Pengmas kali ini menggunakan media edukatif berupa komik berjudul Misi Buto Kolomakoro yang dibagikan langsung oleh tim pengabdian. Komik hadir dalam dua bahasa, yaitu Indonesia dan Madura.
Pemilihan media ini dianggap efektif karena tampilannya menarik dan ceritanya unik, sehingga membuat siswa lebih tertarik membacanya. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kerja sama dengan Universitas Wiraraja. Harapannya, kolaborasi ini bisa berlanjut agar program-program yang telah dijalankan dapat terus terlaksana.

“Sasaran siswa sekolah dasar adalah pilihan yang tepat karena jarang ada edukasi semacam ini, sementara tingkat stunting cukup tinggi. Saya harap kerja sama dengan FKM Unair bisa terus berlanjut seperti tahun ini dan tahun lalu, agar memberikan manfaat lebih luas,” ungkap Bu Rida, salah satu dosen Universitas Wiraraja yang turut serta dalam pengabdian masyarakat.
Kegiatan menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan total 134 peserta. Anak-anak terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan.
“Komiknya bagus, berwarna, dan ceritanya menarik,” kata salah satu siswa dengan penuh semangat.
Setelah sesi membaca komik, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab dan permainan berhadiah untuk menguji pemahaman siswa. Suasana belajar pun semakin hidup dan menyenangkan.
Tidak hanya itu, tim juga memperkenalkan media edukasi lain bernama Gapura Kolomakoro, yang dipasang di depan sekolah. Gapura ini dilengkapi alat pengukur tinggi badan sehingga siswa bisa mengetahui kondisi tumbuh kembang mereka. Usai edukasi, anak-anak bergantian menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan.
Kepala SDN Talango 1 Ibu Hasifa menyambut dengan baik kegiatan dimaksud, bahkan civitas SDN Talango 1 cukup mengapresiasi atas trobosan yang dilakukan oleh FKM Unair.
“Saya senang dengan adanya pengabdian masyarakat dari FKM Unair. Kegiatan seperti ini jarang ada di Talango, jadi sangat bermanfaat bagi anak-anak,” ujarnya.
Tim FKM Unair berharap kerja sama dengan Desa Talango sebagai desa binaan dapat terus berlanjut. Harapannya, masyarakat semakin berdaya, bukan hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga di bidang lainnya.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Atau melalui aplikasi HarianjatimCom.
(rls/red)


