Reporter: harianjatim
Sumenep-harianjatim.com. Meninggalnya salah satu pasien di Puskesmas Bluto, Sumenep, Jawa Timur terus mendijadi sorotan. Warga minta kasus tersebut menjadi atensi semua pihak, termasuk Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) setempat.
“Proses kematian itu sudah tidak wajar. Bahkan di masyarakat muncul asumsi baru yang mengarah pada tindakan malpraktik,” kata Tokoh Pemuda Hariyono, pada media.
Asumsi itu kata dia berdasarkan beberapa kesaksian orang yang mendampingi pasien. Seperti adanya dugaan keterlambatan proses rujukan dan dugaan kosongnya tabung oksigen saat dilakukan tindakan medis.
“Jadi, itu harus diusut tuntas tidak hanya dijawab sebatas asumsi-asumsi saja karena itu persoalan yang fatal,” ujar dia.
Selain itu Hariyono mempertanyakan prosedur medis telah diterapkan sesuai standar. Ia menyebut dugaan oksigen tidak berfungsi sebagai tanda adanya masalah serius pada fasilitas.
Oleh sebab itu pihaknya meminta semua perosalan tersebut harus ditelusuri secara objektif dan transparan. “Sehingga semua bisa menjawab apa yang menjadi keraguan publik,” terang dia.
Sebelumnya Kepala Puskesmas Bluto dr. Rifmi Utami mengatakan jika pasien sudah mendapatkan penanganan sesuai standar dalam fase observasi pra-rujukan, termasuk pemasangan infus, pemberian oksigen, serta obat emergensi untuk keluhan nyeri dada.
“Tim medis telah melakukan upaya stabilisasi seoptimal mungkin sambil menyiapkan proses rujukan ke fasilitas yang lebih lengkap (dalam hal ini, juga ada satu kasus emergency yang sedang dirujuk),” katanya sebagaiman keterangan tertulis yang deterima media ini
Namun, sambung dia kondisi pasien mengalami perburukan yang tidak dapat dipertahankan meskipun intervensi medis sudah diberikan dalam upaya stabilisasi pra rujukan.
“Saat ini kami menghormati penuh perasaan keluarga, kami sampaikan belasungkawa, karena upaya kami tidak membuahkan hasil. Semoga Almarhumah husnul khotimah,” jelas dua dengan dibubuhkan emoji tangan berdoa.
Untuk diketahui, salah satu pasien Puskesmas Bluto berinisial H meninggal dunia, Senin, 24 November 2025. Keluarga korban menduga kematian itu akibat kelalaian petugas Puksesmas. Salah satunya adanya dugaan tabung oksigen kosong saat dilakukan tindakan medis, dan keterlambatan saat proses rujukan.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Atau melalui aplikasi HarianjatimCom
(jd/red)


