Layanan Buruk, Keluarga Koban Nyatakan Petugas Puskesmas Bluto Judes dan Kasar

  • Bagikan
Keluarga pasien Hariyono saat emosi usai bibinya meninggal dunia di Puskesmas Bluto. (foto: dok. keluarga pasien).

Reporter: harianjatim

Sumenep-harianjatim.com. Keluarga pasien yang meninggal dunia dengan proses tidak wajar di Puskesmas Bluto, Sumenep, Jawa Timur terus memberikan fakta baru. Meninggalnya pasien berinisial H itu diduga juga karena buruknya pelayanan yang diberikan kepada pasien.

Pelayanan yang dilakukan oleh petugas medis saat itu dinilai kasar, bahkan salah satu perawat saat itu judes saat melayani berbagai keluhan yang disampaikan keluarga pasien.

Pernyataan itu disampaikan oleh Indra Ramadhan selaku putra bungsu pasien saat melakukan audiensi di Kantor Dinas Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Jumat, 28 November 2025.

Dihadapan Kepala Bidang Pelayanan Dinkes P2KB Sumenep Siti Khairiyah dan dua rekan sekantor yang menemui peserta audiensi, Indra mengatakan petugas puskesmas bertindak kasar saat memasang selang ogsigen kepada ibunya.

Saat itu kata dia selang yang dipasang tidak pas di lubang hidung sehingga berakibat kurang maksimal penyaluran pembantuan pernafasan saat pasien merasa sesak. “Saat itu saya sendiri yang memperbaiki sehingga pas di hidung ibu saya,” katanya menguraikan dengan mengenan saat sedang merawat ibunya.

Tidak lama setelah selang itu terpasang, dirinya sempat menyakan apakah berfungsi dengan baik atau tidak ogsigen yang disalurkan. Namun ibunya menjawab tidak berfungsi.

“Saat ditanta apa kerasa (berfungsi) ibu saya menyatakan tidak,” jelasnya.

Karena melihat tabung kecil tempat selang penyaluran ogsigen kepada pasien tidak mengeluarkan gelembung, akhirnya Ramdan mengunjungi petugas medis. Namun, bukan mendapatkan pelayanan yang ramah, melainkan kata dia dirinya malah terkesan dicuekin bahkan perkataan petugas medis agak kasar.

“Saat itu petugas judes pada saya, bahkan sempat berkata kasar,” jelas dia.

Namun kata dia, dirinya tetap menerima perlakuan tersebut meski terasa menyakitkan secara psikologinya demi keselamatan ibunya.

“Nah, setelah itu petugas datang dan langsung mengganti tabung yang lain. Kemudian ada gelembung. Kalau tabung yang lama tidak ada gelembung, makanya dugaan kami itu kosong,” tegasnya.

Sementara Kabid Pelayanan Dinkes dan P2KB Sumenep Siti Khairiyah mengaku telah mendatangi Puskesmas Bluto dalam rangka melakukan investigasi.

Hasilnya kata dia, semua penangan medis yang diberikan oleh petugas di Puskesmas Bluto kepada pasien yang dianggap meninggal dunia secara proses kurang benar itu telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur atau SOP.

Ditanya mengenai dugaan kosongnya tabung ogsigen, mantan Kapala Puskesmas Bluto itu mengaku terdapat perbedaan sudut pandang antara keluarga pasien dan petugas medis.

Sehingga dirinya merasa tidak perlu memberikan kejelasan secara rinci karena dianggap tidak penting.

“Makanya saya tidak terlalu menjawab ini (soal dugaan kosongnya ogsigen, karena kita percuma karena mereka awam melihat dari sudut pandang merka sendiri. Tapi kalau kami yang ada diksehatan tahu, tidak ada gunanya. Cukup mendengarkn saja,” katanya.

Namun sambung dia pemberian ogsigen terdapat pengaturan yang bisa diatur oleh petugas medis. Semakin bersar tekanan yang diberikan maka hasil O² yang dikeluarkan juga semakin besar. “Dan kalau kecil ogsigennya InsyaAllah tidak tetasa,” dalihnya.

Keluarga pasien yang meninggal dunia di Puskesmas Bluto yang diduga akibat terjadinya kelalaian melalukan audien di Kantor Dinas Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Jumat, 28 November 2025.

Saat itu keluarga pasien didampingi LBH Taretan Legal Justitia dan masyarakat. Namun, mereka merasa kecewa lantaran tidak ditemui langsung oleh Kepala Dinkes P2KB sehingga memilih walk out sembari berteriak Kepala Puskesmas Bluto dr. Rifmi Utami beserta sejumlah petugas yang terlibat untuk dipecat.

Untuk diketahui, salah satu pasien Puskesmas Bluto berinisial H meninggal dunia, Senin, 24 November 2025. Keluarga korban menduga kematian itu akibat kelalaian petugas Puksesmas. Salah satunya adanya dugaan tabung oksigen kosong saat dilakukan tindakan medis, dan keterlambatan saat proses rujukan.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.comAtau melalui aplikasi HarianjatimCom.

(jd/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Create a self growing dr65+ ai blog with weekly content updates. punta cana : lujo, aventura y las playas más vibrantes.