Oleh: Titin Haelana*
Sekarang ini perkembangan teknologi benar-benar cepat banget. Dunia kerja berubah drastis karena hampir semua hal mulai bergantung sama digital. Mulai dari cara perusahaan ngatur data, promosi, rekrut karyawan, sampai ambil keputusan penting, semuanya sudah berbasis teknologi. Kondisi ini bikin mahasiswa Manajemen perlu lebih siap dan lebih sigap menghadapi kenyataan bahwa dunia kerja zaman sekarang jauh berbeda dari yang dulu-dulu. Kita bukan cuma diminta ngerti teori yang ada di kelas, tapi kita juga harus mampu menyesuaikan diri dengan cara kerja modern yang berubah terus setiap tahun.
Salah satu masalah terbesar mahasiswa Manajemen adalah jarak antara teori dan kenyataan. Di kampus, kita belajar teori perencanaan, pemasaran, keuangan, SDM, pokoknya semua dasar-dasar manajemen. Tapi ketika terjun ke dunia kerja, kita sadar bahwa perusahaan tidak cuma butuh orang yang paham teori. Mereka butuh orang yang bisa langsung praktik. Misalnya, kalau bicara tentang pemasaran, sekarang perusahaan lebih cari orang yang bisa bikin konten, jalankan iklan digital, ngerti algoritma media sosial, sampai bisa baca data engagement. Intinya, teori itu penting, tapi praktiknya jauh lebih kompleks dan lebih cepat berubah.
Hal yang sama juga terjadi di bidang manajemen sumber daya manusia. Dulu mungkin masih banyak proses manual, tapi sekarang perusahaan sudah pakai sistem digital seperti human resource information system (HRIS). Kalau kita nggak mau belajar teknologi, bisa-bisa kita kalah saing sama lulusan jurusan lain yang kemampuan teknologinya lebih kuat. Itulah kenapa banyak fresh graduate butuh waktu buat adaptasi di tempat kerja. Mereka paham konsep, tapi masih bingung pas dihadapkan dengan tugas nyata yang butuh keterampilan teknis.
Selain itu, persaingan kerja sekarang jauh lebih ketat dibanding generasi sebelumnya. Kita bukan cuma bersaing dengan mahasiswa Manajemen lain, tapi juga mahasiswa Teknik Industri, Sistem Informasi, Statistik, Ekonomi, bahkan Ilmu Komputer. Banyak dari mereka punya keahlian digital lebih siap, seperti coding dasar, analisis data, atau otomatisasi. Kondisi ini bikin mahasiswa Manajemen perlu ekstra usaha buat memperkuat kemampuan digitalnya. Bukan berarti kita harus jago teknologi kayak programmer, tapi minimal kita paham cara kerja digital di dunia bisnis.
Tapi di balik tantangan yang lumayan berat ini, sebenarnya era digital juga ngasih banyak banget peluang. Dunia kerja sekarang punya banyak jenis pekerjaan baru yang dulunya belum ada. Contohnya digital pemasaran, sosial media analis, konten strategist, business development digital, sampai data analis pemula. Semua pekerjaan ini cocok banget buat mahasiswa Manajemen, apalagi kalau punya keahlian komunikasi, paham strategi, dan mau belajar hal baru. Peluang ini bisa banget kita manfaatkan kalau kita aktif ngembangin diri, entah lewat kursus online, sertifikasi, atau pengalaman langsung dari organisasi dan magang.
Nah, salah satu skill paling penting di zaman sekarang tentu saja keahlian digital. Literasi digital itu bukan cuma bisa buka laptop atau hp. Tapi lebih ke gimana kita memahami fungsi teknologi dalam dunia kerja. Misalnya, kita harus terbiasa pakai Excel level lanjut, Google Workspace, Notion, Trello, Canva, atau Google Analytics. Selain itu, kemampuan baca data juga semakin penting. Mampu melihat angka-angka dan memahami maksudnya itu jadi nilai tambah besar. Perusahaan sekarang suka banget sama kandidat yang bisa mikir pakai data, bukan hanya perkiraan.
Selain skill teknis, soft skill juga tetap punya peran penting. Bahkan soft skill itu malah yang lebih menentukan kita cocok atau nggak di dunia kerja. Soft skill itu termasuk komunikasi, kerja tim, manajemen waktu, problem solving, dan kemampuan memimpin. Hal-hal ini tidak bisa kita kuasai dengan baca buku doang. Kita butuh pengalaman langsung. Organisasi kampus bisa jadi tempat terbaik belajar soft skill, karena di sana kita bisa belajar menghadapi konflik, bicara di depan umum, nyusun program kerja, dan mengatur waktu.
Selain aktif di organisasi, magang juga wajib banget dicoba. Dari magang, kita bisa ngerasain langsung gimana cara kerja di perusahaan, gimana budaya kantor, dan gimana tekanan kerja yang sebenarnya. Teori yang kita pelajari di kelas rasanya bakal lebih masuk kalau kita lihat contoh nyatanya. Selain itu, magang juga bisa membantu kita membangun jaringan profesional. Punya relasi itu penting banget karena bisa mempermudah kita dapat kerja setelah lulus.
Sekarang banyak perusahaan menerapkan sistem kerja hybrid atau remote. Ini bikin kita harus bisa mengatur diri sendiri, tetap produktif, dan disiplin walaupun tidak diawasi. Kemampuan ngatur waktu dan tetap fokus meskipun kerja dari rumah itu tantangan yang harus mulai dilatih dari sekarang. Dunia kerja suka banget sama orang yang bisa dipercaya tanpa harus dipantau terus.
Hal menarik lainnya, mahasiswa Manajemen sekarang punya peluang besar untuk membangun karier sendiri. Era digital memudahkan siapa pun buat bikin bisnis online, menjual jasa freelance, atau membangun personal branding. Dengan ilmu manajemen yang kita punya, peluang buat jadi wirausaha itu sangat terbuka. Bisnis kecil yang dijalankan sambil kuliah bisa jadi pengalaman berharga bahkan bisa jadi usaha jangka panjang.
Kesimpulan
Mahasiswa Manajemen punya peluang besar dan juga tantangan besar di dunia kerja yang makin digital ini. Selama kita mau belajar, aktif mengembangkan diri, membangun jaringan, ikut organisasi, magang, dan berani mencoba hal baru, kita pasti bisa beradaptasi. Era digital memang penuh perubahan, tapi juga penuh kesempatan buat kita yang siap. Mahasiswa Manajemen yang mau terus belajar dan terus upgrade kemampuan pasti lebih mudah bersaing dan punya peluang sukses di masa depan.
*)Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang.
Referensi:
- McKinsey & Company – Skill Shift: Automation and the Future of the Workforce
https://www.mckinsey.com/featured-insights/future-of-work/skill-shift-automation-and-the-future-of-the-workforce - McKinsey – Digital Skill Building for the Future
https://www.mckinsey.com/capabilities/people-and-organizational-performance/our-insights/we-are-all-techies-now-digital-skill-building-for-the-future - LinkedIn Learning – Workplace Learning Report (Most In-Demand Skills)
https://learning.linkedin.com/resources/workplace-learning-report - UNESCO – Education in the Digital Era
https://www.unesco.org/en/digital-education - Google Digital Garage – Fundamentals of Digital Marketing
https://learndigital.withgoogle.com/digitalgarage/course
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Atau melalui aplikasi HarianjatimCom dan saluran Harian Jatim di WhatsApp


