Tugu Keris “Mini” ada di Taman Bunga Sumenep

  • Bagikan
Tugu keris "mini" yang dibangun di area Taman Bunga Pottre Koneng Sumenep. (foto: harianjatim).

Reporter: harianjatim

Sumenep-harianjatim.com. Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kembali membangun tugu keris.

Kali ini pembangunan dilakukan di area Taman Bunga Pottre Koneng, tepatnya di sisi kiri arah barat.

Ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan tugu keris yang dibangun di Desa Sendang, Sumenep, Jawa Timur, dengan ketinggian 17 meter. Pembangunan itu menelan anggaran sekitar Rp2,5 miliar.

Meski berbeda secara ukuran, namun corak dan motifnya hampir sama, termasuk bentuk keris dengan model luk dan terdapat kelopak sebagai penghias yang terletak dibawah gagang keris.

Pembangunan tugu keris “mini” itu dibiayai melalui APBD Kabupaten Sumenep dengan pagu anggaran sekitar Rp 96.392.400 melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tahun 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Sumenep  Anwar Syahroni Yusuf menegaskan pembangunan Tugu Keris merupakan manifestasi jati diri daerah yang telah lama dikenal sebagai sentra budaya keris.

Keberadaan Tugu Keris kata dia tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika taman, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

“Tugu ini diharapkan menjadi media pengenalan sejarah dan kekayaan budaya Sumenep, sekaligus memperkuat daya tarik wisata Taman Bunga,” katanya.

Filosofi Tugu Keris “Raksasa”

Desain tugu keris ini didasarkan pada bentuk keris pusaka era Sultan Abdurrahman, yaitu keris luk-9 dengan pamor rojo abolo rojo yang melambangkan kekuatan dan kebesaran budaya Madura. Selain itu juga keris tersebut dihiasi 45 kelopak bunga sebagai simbol kemerdekaan Indonesia.

Monumen keris yang terletak di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, Sumenep ini juga telah mencatatkan rekor MURI sebagai keris tertinggi di Indonesia.

Sumenep dikenal sebagai Kota Keris, dengan lebih dari 600 empu aktif yang menghasilkan lebih dari 2.000 keris setiap bulan, menyebar ke seluruh Nusantara hingga mancanegara.

Ekosistem keris di Sumenep sudah terbentuk kuat, dengan potensi industri budaya yang berkontribusi pada ekspor dan pertumbuhan ekonomi daerah.


Keris telah diakui oleh UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2005, dan Warisan Budaya Tak Benda Dunia sejak 2008, sehingga menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia yang harus terus dilestarikan.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!.

(jd/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Viajes a punta cana. Frozen bounce house.