Oleh: Badirotul Fitri*
Saat ini kondisi pergaulan di Indonesia sangat memprihatinkan. Banyak anak muda yang mulai melewati batas-batas moral yang seharusnya dijunjung tinggi. Mereka menormalisasikan hal-hal yang sebelumnya dianggap hal tabu, menampilkan sesuatu yang tidak pantas untuk dipertontonkan, dan mengikuti trend yang tidak jelas arah dan manfaatnya. Tidak sedikit pula dari mereka yang mulai terjerumus pada perilaku yang beresiko, seperti mengonsumsi narkoba, minuman keras, melakukan hubungan seksual di luar ikatan pernikahan, hingga hamil di luar nikah. Tentu fenomena ini sangat disayangkan, karena selain memakan banyak korban, perilaku-perilaku tersebut juga dapat merusak mental dan kehidupan para pelakunya. Hal ini menunjukkan bahwa moral mulai luntur, akhlak kian memudar, dan norma sudah dianggap tidak penting.
Sebagai seorang mahasiswi, saya sangat menyayangkan munculnya perilaku-perilaku tersebut. Banyak diantaranya yang bertentangan dengan ajaran islam, dimana islam sangat menjunjung tinggi kehormatan, menjaga diri, serta mengatur batas-batas dalam pergaulan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja, mulai dari pendidikan moral yang melemah, lingkungan keluarga dan pertemanan yang tidak sehat, hingga pengaruh sosial media dan budaya popular yang tidak sejalan dengan nilai-nilai ajaran islam. Oleh karena itu, inilah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menjauhi pergaulan bebas:
- Menjaga Iman dan Takwa
Iman seseorang terkadang naik turun, maka penting untuk terus menjaga dan meningkatkannya. Memiliki iman dan takwa bertujuan agar hidup kita terarah dan mampu menjalankan perintah tuhan dengan baik. Cara menjaga dan meningkatkannya bisa dengan memperbaiki sholat, memperbanyak dzikir, mengevaluasi diri, dan masih banyak cara lain yang bisa dilakukan.
- Memilih Teman yang Baik
Mengapa kita penting dalam memilih teman?, karena salah satu pengaruh terbesar dalam kehidupan kita adalah teman. Jika kita salah memilih teman bisa saja kita terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan yang tidak terduga sebelumnya. Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau yang artinya:
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
Dari hadis di atas dapat disimpulkan bahwa ketika kita berada dalam lingkungan yang baik, maka akhlak kita pun akan terbentuk baik. Sebaliknya, ketika kita berada di lingkungan yang buruk, besar kemungkinan kita akan terjerumus pada perilaku yang merusak diri dan akhlak.
- Memahami Batasan Pergaulan dalam Islam
Islam mengatur pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom untuk menjaga kehormatan, melindungi harga diri dan kesucian. Hal ini juga berfungsi untuk mencegah perzinahan dan terjadinya kerusakan. Batasan pergaulan anatara laki-laki dan perempuan diatur karena fitnah seorang laki-laki adalah perempuan dan begitupun sebaliknya. Untuk menghindari perilaku dan fitnah buruk tersebut, berikut adalah batasan yang diatur dalam islam:
a). Tidak saling memandang satu sama lain yang dapat menimbulkan fitnah.
Dalam surah An-Nur ayat 30 – 31 menyatakan bahwa kaum laki-laki dan perempuan diperintahkan untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, karena hal itu lebih suci bagi mereka.
b). Tidak menyentuh dan melakukan kontak fisik dengan lawan jenis yang bukan mahram.
c). Tidak berdua-duan di tempat yang sepi, kecuali ada mahram
- Mengisi Waktu dengan Kegiatan Positif
Waktu luang adalah momen yang ditunggu-tunggu untuk beristirahat dan melakukan hal yang disukai. Waktu luang juga menjadi hadiah setelah menjalani aktivitas yang padat. Namun, terlalu banyak waktu kosong dapat menimbulkan kekhawatiran, karena hal ini bisa membuat orang bermalas-malasan dan membentuk kebiasaan buruk untuk kehidupan sehari-hari.
Kita bisa memanfaatkan waktu luang dengan hobi yang memberikan rasa puas, tenang, dan senang. Hobi juga bisa melepaskan stress dan membuat susasana hati lebih baik. Selain itu, bisa juga dikaitakan dengan tujuan hidup dan mimpi yang ingin dicapai. Dengan begitu, waktu luang tidak hanya sebagai penghibur, tapi juga sebagai investasi untuk masa depan yang lebih cerah. Dalam ajaran islam, memanfaatkan waktu dengan baik termasuk ibadah karena waktu adalah anugerah Allah yang berharga. Sehingga, mengsinya secara positif bukan hanya menguntungkan diri, tapi juga mencerminkan kesadaran akan kebersyukuran dan tanggung jawab.
- Mempererat Hubungan dengan Keluarga
Keluarga merupakan fondasi awal hidup seseorang, keluarga juga sebagai lembaga pendidikan pertama seorang anak. Keberadaan keluarga sangat penting untuk mencetak generasi yang berakhlak baik dan berkualitas. Banyak kesuksesan yang lahir dari keluarga yang taat, sebaliknya banyak problematika sosial yang terjadi karena hilangnya peran keluarga dalam kembang tumbuh anak. Sebagai lingkungan terdekat, keluarga memegang kendali besar dalam membentuk karakter dan moral anak. Mempererat hubungan antara orang tua dan anak bisa dilakukan dengan komunikasi yang terbuka, tanpa menyalahkan satu sama lain, saling memahami dan menghargai keputusan yang dibuat, serta meluangkan waktu bersama, hal ini membuat anak akan merasa dihargai dan memiliki tempat ternyaman untuk pulang dan meluapkan segala keluh kesahnya. Dengan ikatan keluarga yang kuat, anak akan lebih terlindungi dari pengaruh negatif, termasuk resiko terjerumus dalam pergaulan bebas.
Pergaulan bebas yang semakin meresahkan menunjukkan bahwa banyak anak muda mulai kehilangan arah dalam menjaga batasan pergaulan. Karena itu, menjaga iman dan memilih lingkungan pertemanan yang baik menjadi langkah penting agar kita tetap berada di jalur yang benar. Pemahaman tentang aturan pergaulan dalam Islam juga membantu kita menahan diri dari hal-hal yang bisa menjerumuskan. Di sisi lain, mengisi waktu luang dengan kegiatan positif membuat kita lebih fokus pada hal bermanfaat dan jauh dari aktivitas yang tidak sehat. Hubungan yang hangat dengan keluarga pun menjadi pondasi kuat yang memberi rasa aman dan tempat untuk kembali. Dengan menjaga semua aspek ini, kita bisa melindungi diri dari pengaruh buruk dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
*) Badirotul Fitri adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.


