Pendidikan Islam dalam Pengembangan Kesadaran Lingkungan

  • Bagikan
Gandis Fikriyah Bana

Oleh: Gandis Fikriyah Bana*

Pendidikan islam dan pengembangan kesadaran lingkungan mengajarkan bahwa menjaga alam adalah amanah dari tuhan. Islam adalah agama yang sangat memperhatikan lingkungan. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan as-Sunnah yang berisi tentang lingkungan. Manusia diciptakan sebagai makhluk terbaik di antaranya ciptaan Allah Swt, yang memiliki tanggung jawab untuk mengelola bumi serta memakmurkannya. Manusia diperintahkan untuk beribadah kepada Allah Swt dan berbuat kebijakan serta dilarang berbuat kerusakan. Karena kesempurnaan adalah ajaran menuntun manusia untuk menciptakan kehidupan yang adil dan seimbang bagi manusia, alam, dan seluruh makhluk di muka bumi.

Berdasarkan keterangan tersebut, aturan-aturan dalam islam menganjurkan manusia untuk menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan. Aturan tersebut adalah untuk mencegah terjadinya musibah yang diakibatkan dari kerusakan lingkungan. Dalam era modern saat ini, tantangan yang dihadapi manusia adalah kerusakan lingkungan yang semakin parah. Polusi, penebangan hutan, perubahan iklim, dan kerusakan ekosistem lainya menjadi bukti yang nyata bahwa manusia belum sepenuhnya menyadari pentingnya menjaga lingkungan di bumi.

Aspek lingkungan dalam islam tidak hanya tataran normatif saja, tetapi sebagai umat islam upaya melakukan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui pendidikan yang mampu memberi hasil luar biasa dalam pencegahan kerusakan lingkungan. Dalam kesadaran itu sendiri merupakan faktor salah satu yang mampu menentukan wujud perubahan seseorang dan mendukung pelestarian lingkungan. Kemauan bersikap dan melestarian lingkungan harus dipersiapkan sejak dini agar arus kesadaran seseorang dapat dikembangkan dengan baik.

Kesadaran memiliki fungsi untuk mengontrol diri sendiri dan lingkungan yang memberikan dampak kelestarian hidup. Jika perbuatan tersebut dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, maka sebuah pemahaman dan kesadaran yang akan terbentuk oleh lembaga pendidikan islam dalam membentuk perilaku yang peduli terhadap lingkungan. Pendidikan islam memegang peran dalam mengembangkan kesadaran lingkungan karena memadang alam sebagai amanah dari Allah SWT yang harus dijaga, dan menjadikan sebagai bagian dari iman. Ajaran islam, yang berakar pada Al-Qur’an dan hadis, mendorong umat untuk hidup harmonis dengan alam, mengelola sumber daya secara bijak, mengurangi limbah, dan menjaga keseibangan lingkungan hidup sebagai wujud bersyukur.

Iklim keagamaan di lingkungan dalam lembaga pendidikan islam dapat diwujudkan melalui pendekatan Terciptanya lingkungan pendidikan religius, terealisasinya sarana peribadahan, terwujudnya metode pembelajaran dengan menggunakan pendekatan nilai-nilai raligius dalam setiap pembelajaran khususnya nilai-nilai agama yang berbasis lingkungan, terwujudnya teladan dari pendidikan yang memiliki akhlak mulia khususnya memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Bentuk kesadaran lingkungan di madrasah salah satunya dapat melalui program Adiwiyata. Adiwiyata berasal dari dua kata “adi” dan “wiyata”. Adi memiliki arti agung, baik, besar dan sempurna sehingga memiliki arti etika dan norman dalam kehidupan sosial. Progam ini merupakan bentuk perintah kepada madrasah atas terselenggaranya progam pendidikan berwawasan lingkungan. Untuk mewujudkan pengembangan kesadaran lingkungan dalam pendidikan islam, diperlukan sebuah pengelolaan yang mendukung terlaksananya pendidikan lingkungan oleh semua warga sekolah berdasarkan prinsip-prinsip dasar progam adiwiyata yaitu partisipasi dan berkelanjutan. Kebijakan madrasah berwawasan lingkungan ditunjukan untuk menciptakan warga madrasah khususnya peserta didik yang memiliki sikap peduli dalam berbudaya lingkungan dan mampu dalam pengurangan kerusakan lingkungan yang terjadi pada saat ini.

Pengembangan kesadaran lingkungan dalam pendidikan islam bisa diimplementasikan melalui pengembangan kurikulum berbasis lingkungan. Kurikulum berbasis lingkungan adalah perlindungan dan pengolahan lingkungan hidup yang disampaikan melalui berbagai sumber belajar, metode, dan strategi yang dilakukan oleh guru di madrasah. Kurikulum berbasis lingkungan juga dapat penyampaian materi lingkungan dalam keberagaman kurikulum agar peserta didik dapat memahami lingungan hidup yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya yang mendorong karakter budaya lingkungan, dan adanya pengembangan kegiatan kurikuler dan kokulikuler dalam peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.

Kesadaran lingkungan menjadi isu yang semakin mendesak seperti kerusakan alam, perubahan iklim, dan berkurangnya kualitas hidup manusia. Pendidikan islam memiliki peluang untuk berperan sebagai pendorong lahirnya generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Nilai-nilai islam menekankan pentingnya menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT, namun masih sering terabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Al-Qur’an, mausia sebagai pemimpin di muka bumi, sebuah amanah yang mengelola alam secara bijaksana dan bukan yang merusak. Dalam ayat QS. Al-a’raf: 56 yaitu “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.” Arti dalam ayat tersebut mengingatkan agar manusia tidak membuat kerusakan di bumi setelah diciptakan dengan baik. Kesadaran lingkungan bukan sekedar isu modern, tetapi bagian dari akhlak islam.

Lembaga pendidikan islam menempatkan isu lingkungan hanya sebagai tematik, bukan sebagai budaya atau karakter yang harus dibangun. Pengembangan kesadaran lingkungan tidak cukup melalui teori melainkan membutuhkan pembiasaan, contoh konkret (wujud) dan lingkungan yang mendukung. Peserta didik perlu melihat hubungan antara kepedulian terhadap alam dan keimanan, sehingga memahami bahwa membuang sampah pada tempatnya, menghemat air, atau menjaga kebersihan bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga ibadah.

Integrasi pendidikan islam dengan isu lingkungan dapat dilakukan berbagai cara, seperti materi fiqih lingkungan, progam sekolah hijau, gerakan sedekah sampah, sehingga penanaman pohon atau pengelolaan bank sampah. Guru berperan penting sebagai teladan dan menunjukan perilaku ramah lingkungan, siswa akan lebih muda meneladani. Pendidikan islam memiliki potensi besar untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi bertanggung jawab terhadap keberlanjutan. Jika pendidikan islam mampu menanamkan nilai secara konsisten, maka generasi muslim di masa depan akan tumbuh sebagi penjaga bumi yang amanah dan berakhlak mulia.

Membangun kesadaran lingkungan tidak bisa dilakukan secara langsung. Dibutuhkan kerjasama antara sekolah, masyarakat, dan keluarga agar nilai-nilai islam menjadi kebiasaan hidup. Ketika orang-orang sadar akan bertanggung jawabnya, maka kerusakan alam bisa dikurangi dan bumi menjadi tempat yang lebih baik untuk dihuni. Pendidikan islam memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang tidak beriman, tetapi peduli terhadap lingkungan.


*) Gandis Fikriyah Bana, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
punta cana : lujo, aventura y las playas más vibrantes. Create a self growing dr65+ ai blog with weekly content updates.