Oleh: Almas Syahirah*
Keluarga merupakan lingkungan pertama untuk membentuk kepribadian anak, namun tidak berarti bahwa semua anak lahir dalam keluarga yang harmonis. Fenomena broken home seperti perceraian, konflik berkepanjangan ataupun ketidakhadiran salah satu orang tua dapat menimbulkan berbagai dampak signifikan bagi perkembangan anak. Secara emosional anak sering kali mengalami kebingungan, kecemasan hingga rasa tidak aman akibat perubahan dinamika keluarga. Di sisi lain, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi prestasi akademik, sebab stabilitas emosi berperan penting dalam proses belajar. Oleh karenanya, penting bagi orang tua untuk dapat memahami keadaan broken home mampu mempengaruhi perkembangan emosional dan akademik kepada anak, serta faktor-faktor yang memperparah ataupun memperingan dampaknya. (Yulianti et al, 2023).
Broken home adalah gabungan dua kata sederhana yaitu broken artinya kehancuran atau rusak dan home yang artinya rumah. Secara istilah broken home diartikan sebagai kehancuran yang terjadi di dalam rumah tangga tersebut dapat membuat kondisi keluarga menjadi tidak harmonis. Kasus broken home berakhir perceraian atau pengabaian dengan membuat anak merasa tidak punya tempat aman. Pengabaian orang tua seperti baik fisik maupun emosional dapat memperburuk kondisi tersebut dikarenakan karena anak tidak lagi mempunyai peran utama yang memberikan rasa aman dan bimbingan. Fenomena tersebut sering kali berujung pada masalah psikologis jangka panjang, seperti kesulitan membangun kepercayaan diri atau resiko perilaku menyimpang (Yulianti et al,2023).
Rendahnya Komunikasi Antara Orang Tua dan Anak dalam Keluarga Broken Home.
Kurangnya komunikasi pada anak broken home dapat menimbulkan kesulitan bagi anak. Jika anak tidak pernah mendapatkan dukungan emosional bahkan diabaikan dengan orang tua yang seharusnya dijadikan sandaran utama maka hal tersebut bukanlah masalah kecil. Karenanya, jika dibiarkan dapat berdampak panjang pada anak seperti susahnya membuka hubungan sehat atau mempunyai masalah kesehatan mental. Penting bagi orang tua, pendidik, dan tenaga kesehatan untuk mengenali tanda tersebut sejak dini dan memberikan bantuan yang tepat seperti terapi keluarga atau dukungan konseling dalam mencegah dampak negatif yang sangat luas (Yulianti et al,2023).
Dampak positif pada anak setelah terjadinya perceraian dapat di berikan dengan cara komunikasi yang baik dalam keluarga broken home. Dengan adanya dukungan emosional dan komunikasi yang baik dapat menciptakan lingkungan yang stabil dan aman bagi anak untuk berkembang. Peran penting orang tua bagi emosional anak dalam keluarga broken home dapat membantu anak mengatasi tantangan emosional terkait perceraian orang tua. Upaya ini tidak hanya meminimalkan dampak negative dalam keluarga broken home, resiko mesalah perilaku dan kesehatan mental pada anak dapat di kurangi dengan dukungan dan kumunikasi dengan baik. Pendekatan tersebut juga memungkinkan identifikasi pola komukasi yang adaptif (Fanani et al,2024).
Dampak Pada Perkembangan Emosional dan Akademik pada Anak Broken Home
Peristiwa keluarga broken home dalam masyarakat saat ini sudah menjadi hal yang wajar. Keluarga broken home merupakan pasangan suami dan istri yang mengalami keretakan dalam rumah tangga yang kemudian memutuskan untuk mengakhiri suatu hubungan dengan perceraian yang pada umumnya berdampak pada kejiwaan anak, baik dalam emosional dan akademik. Broken home mampu memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak dalam berbagai aspek kehidupan yang akan dijalaninya dikemudian hari. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat berbagai peristiwa, salah satunya adalah perpisahan orang tua yang menyebabkan anak diasuh oleh orang tua tunggal. Situasi tersebut berpengaruh terhadap anak dalam berbagai dimensi, termasuk aspek emosional, sosial, dan pendidikan (Ariyanto, 2023).
Keluarga yang merasakan broken home dapat menimbulkan berbagai dampak buruk terhadap perkembangan anak. Salah satu dampak utama adalah turunnya prestasi akademik seperti pada kesulitan berkonsentrasi akibat tidak stabilnya emosi saat di rumah. Di sisi lain, anak umunya rentan terhadap gangguan emosional. Anak-anak dalam kondisi tersebut sering kali dihadapkan dengan permusuhan orang tua yang menyebabkan tumbuhnya rasa kesal terhadap orang tua. Hal tersebut menyebabkan anak lebih mudah dipengaruhi lingkungan sekitar yang membawa pengaruh buruk karena kurangnya kasih sayang dari orang tua ataupun keluarga.
Upaya Membangun Dukungan Sosial dan Lingkungan dalam Memdukung Anak Dari Keluarga Broken Home.
Pendidikan memiliki peran utama dalam membentuk karakter anak bahkan anak yang berasal dari keluarga broken home. Melibatkan anak dalam pembelajaran akan menjadi hal penting dalam perkembangan emosional dan akademik pada anak broken home. Tujuan utama Pendidikan membimbing norma moral pada anak dan membangun fondasi yang kuat. Dalam konteks tersebut, pelajaran mengenai etika, akhlak,dan norma sosial menjadi aspek dalam membantu anak dalam berkembang. Dengan demikian, Pendidikan yang efektif tidak hanya meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga membekali anak dengan keterampilan interpersonal yang diperlukan untuk membangun hubungan sehat di masa depan, sehingga mengurangi resiko masalah psikologis jangka Panjang (Rahadi et al, 2024).
Menambah pendidikan karakter bagi anak dari keluarga broken home sangat penting untuk membantu mereka membangun rasa percaya diri dan mengembangkan jiwa sosial yang dibutuhkan anak dari keluarga seperti sering menghadapi tantangan emosional, sosial, serta akademik yang bisa mempengaruhi perkembangan mereka secara keseluruhan. Dengan Pendidikan karakter yang tepat, seperti program yang menekankan empati, ketahanan mental, dan tanggung jawab. Anak yang menekan program tersebut dapat belajar mengelola emosi mereka dengan baik, membangun jaringan dukungan sosial. Dan meningkatkan fokus serta disiplin dalam Pendidikan. Hal ini tidak hanya membantu anak mengatasi hambatan jaka pendek, tapi juga membekali mereka dengan fondasi yang kokoh untuk mencapai potensi maksimal (Kusuma et al, 2025).
*) Almas Syahirah adalah Hukum Keluarga Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.


