Urgensi Pengembangan Pendidikan Karakter pada Generasi Z dalam Perspektif Islam

  • Bagikan
Tubagus Badrassalam

Oleh: Tubagus Badrassalam*

Pendidikan adalah aspek pokok dalam mencetuskan serta menilai derajat manusia, baik secara pengetahuan, emosional, sosial maupun etika. Berdasarkan ajaran Islam, pendidikan tidak hanya berpusat pada kecerdasan akal dan prestasi akademik, tetapi sangat menitikberatkan pula pada pembentukan karakter atau akhlak. Pendidikan karakter menjadi sangat penting karena berfungsi sebagai fondasi pembentukan identitas dan kepribadian seseorang agar mampu menempuh kehidupan yang setara antara dunia dan akhirat terutama bagi seseorang yang hidup di era sekarang yakni Generasi Z.

Pemahaman Mengenai Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam

  1. Pengertian Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam

Pendidikan karakter merupakan sebuah bentuk usaha yang disengaja agar menanamkan prinsip-prinsip moral dan etika terhadap Generasi Z agar Generasi Z mampu memahami serta menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam aktivitas sehari-hari (Permana dkk., 2025). Pendidikan karakter dalam perspektif Islam merupakan sebuah pendekatan sistematis dalam dunia pendidikan yang berupaya membentuk kepribadian secara utuh melalui penanaman serta penerapan prinsip-prinsip ajaran Islam dalam aktivitas sehari-hari (Eli Sabrifha, 2025).

  1. Landasan Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam

Menurut Permana dkk., (2025) menyatakan bahwa imam Al- Ghozali menekankan pentingnya membangun akhlak yang baik melalui penanaman dan proses pendidikan yang berkelanjutan. Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin juga menegaskan bahwa hadis-hadis Nabi Muhammad merupakan sumber utama dalam menanamkan nilai-nilai moral dalam diri seseorang. Islam memandang, moralitas bukan hanya terbatas pada ikatan pribadi dengan sesame saja, akan tetapi juga mencakup ikatan dengan Allah (ḥablumminallāh) dan dengan manusia (ḥablumminannās).

  1. Tujuan Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam

Menurut Setiyani & Tentiasih, (2025) menjelaskan bahwa pendidikan karakter menurut K.H. Ahmad Dahlan bertujuan untuk mencetak manusia yang sukses di dunia dan akhirat. Manusia tidak hanya dituntut untuk meraih kesuksesan duniawi, akan tetapi menyiapkan diri untuk kehidupan di akhirat juga harus diperhatikan.

Faktor Penyebab Pengembangan Karakter pada Generasi Z

Menurut Wijayanti & Abdurrahman, (2025) menegaskan bahwa keluarga menjadi faktor utama dalam pembentukan karakter moral remaja. Nilai yang tertanam dalam keluarga akan membentuk dasar perilaku dalam menghadapi lingkungan yang lebih luas. Selain keluarga, lingkungan masyarakat turut memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan karakter. Interaksi sosial dengan beragam latar belakang budaya dan norma menuntut kemampuan adaptasi tanpa kehilangan prinsip moral.

Lingkungan pertemanan juga berpengaruh signifikan terhadap arah pembentukan karakter. Pada fase remaja dan dewasa awal, hubungan dengan teman sebaya menjadi ruang sosial yang intens. Pergaulan yang positif mampu mendorong tumbuhnya sikap bertanggung jawab dan beretika, sedangkan pergaulan yang keliru berpotensi menormalisasi perilaku menyimpang. Oleh sebab itu, penguatan pendidikan karakter diperlukan agar Generasi Z memiliki pendirian yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Urgensi dan Strategi Penerapan Pendidikan Karakter Islam pada Generasi Z

Menurut Anggrena dkk., (2025) menerangkan bahwa urgensi pendidikan karakter dalam perspektif Islam terdapat ‎pada kemampuannya dalam menciptakan pribadi yang setara secara spiritual, ‎moral, dan juga sosial. Pendidikan karakter yang kuat dan kokoh menjadi penyebab utama bahwa seseorang tidak hanya sanggup menempuh kehidupan pribadi yang bermutu, namun pula memberikan kontribusi yang positif dalam kehidupan sosial. Selain hal tersebut, pendidikan karakter dalam Islam juga wajib dilaksanakan serta diimplementasikan secara merata dalam sistem pembelajaran agar menggapai tujuan tersebut.

Penerapan pendidikan karakter Islam memerlukan strategi yang relevan dengan karakteristik Generasi Z. Puspita dkk., (2025) menjelaskan bahwa pendekatan personal melalui komunikasi dialogis mampu memperkuat penghayatan nilai moral. Penanaman nilai Islam secara fleksibel dan kontekstual memudahkan pemaknaan dalam kehidupan sosial dan digital. Strategi disiplin humanis juga dinilai efektif dalam menumbuhkan kesadaran moral tanpa paksaan.

Setelah memahami pembahasan di atas, telah jelas bahwa pendidikan karakter Islam memiliki peran sentral dalam membentuk Generasi Z yang berakhlak dan berintegritas di tengah tantangan zaman digital. Pendidikan tidak hanya berfungsi mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga menjadi sarana utama pembentukan moral dan etika. Penguatan pendidikan karakter melalui keluarga, masyarakat, dan lingkungan pertemanan menjadi langkah strategis dalam menjaga jati diri Generasi Z. Melalui pendekatan yang relevan dan humanis, pendidikan karakter Islam diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, beradab, serta siap menghadapi dinamika sosial masa depan.


*) Tubagus Badrassalam adalah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
punta cana : lujo, aventura y las playas más vibrantes. essential tools for website and social media.