Ekspansi ke Asia, Gus Lilur Bangun Sinergi dengan Eksportir Rokok Madura

  • Bagikan
Gus Lilur beserta seorang eksportir rokok Madura (Dok. Ist)

Pamekasan – harianjatim.com Pemilik usaha Rokok Bintang Sembilan (RBS), yakni HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang biasa dikenal Gus Lilur, menyatakan minatnya terhadap ekspansi pasar pada industri rokok.

Hal tersebut ia sampaikan pada, Sabtu (28/2) di kediaman seorang pelaku usaha yang juga diketahui sebagai pionir dalam eksportir rokok Madura.

Dalam keterangannya, Gus Lilur mengaku belajar banyak soal ekspor rokok dari pelaku usaha dan pionir tersebut.

“Saya waktu itu masih sangat awam soal ekspor rokok. Alhamdulillah dikenalkan kepada beliau yang sudah lebih dulu menembus pasar luar negeri,” ujar Gus Lilur kepada media ini.

Dalam kesempatan lainnya, seorang pionir yang enggan disebutkan namanya itu menjelaskan soal ekspor rokok dan beroperasi hingga saat ini.

Pionir tersebut diketahui berasal dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menikah dengan warga Sumenep, dan kini menetap di Pamekasan. Pabrik rokoknya beroperasi di wilayah Sumenep dan Pamekasan.

Dalam diskusi yang berlangsung hingga hampir tengah malam di kediamannya di Pamekasan, banyak hal dibahas, mulai dari kualitas tembakau Madura hingga strategi ekspor.

Pionir tersebut juga menegaskan bahwa meskipun Madura dikenal memiliki banyak pabrik rokok, tidak semuanya mampu menembus pasar nasional, apalagi ekspor.

“Di Madura ini pabrik rokok banyak. Tapi yang bisa masuk pasar nasional saja tidak banyak, apalagi yang ekspor secara legal,” tegasnya.

Salah satu merek rokok yang telah beredar di pasar nasional sekaligus diekspor sang pionir adalah EXODUS.

Sebagai informasi, produk tersebut disebut telah masuk ke sejumlah negara di kawasan Asia dan Eropa.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Lilur turut menyampaikan mimpi besarnya.

Dalam diskusi yang dimulai sejak malam hari itu berakhir pukul 23.55 WIB tersebut, Gus Lilur menegaskan tujuannya untuk melebarkan sayap usaha rokoknya hingga menembus dan bahkan memimpin di tingkat Asia.

“Saya sampaikan ke beliau, mimpi saya bukan hanya jadi pengusaha rokok besar di Indonesia, tapi terbesar di Asia,” ungkap pria asal Situbondo tersebut.

Gus Lilur menilai, bahwa industri rokok Madura menyimpan potensi yang sangat besar. Namun hingga kini, belum banyak pelaku usaha yang mampu memperluas penetrasi ke pasar nasional secara signifikan, terlebih lagi menembus pasar ekspor.

Menurutnya, penguatan jalur legalitas serta pembangunan kemitraan strategis menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing industri tersebut.

Sementara itu, Gus Lilur mengungkapkan bahwa jaringan pasar yang dibangunnya saat ini telah tersebar di sembilan negara di kawasan Asia. Informasi tersebut, lanjutnya, menjadi pintu masuk diskusi yang lebih serius hingga akhirnya menghasilkan kesepakatan awal untuk menjajaki kerja sama bisnis.

“Saya lihat beliau sudah mengantuk, tapi tetap melayani diskusi dengan serius. Itu yang membuat saya semakin yakin untuk berkolaborasi,” ujar pria yang juga owner dan founder dari Balad Grup tersebut.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan awal untuk menjajaki kerja sama usaha.

“Kami sepakat membangun sinergi untuk memperkuat langkah ekspor ke depan,” tegas pengusaha muda NU tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Lexonrank | free link building tool | automated seo backlinks.