|| Penulis : Aisah*
Pada sore yang hangat, seorang anak duduk di pangkuan ibunya dengan mata berbinar memandang halaman-halaman penuh warna dari sebuah buku cerita bergambar. Setiap kata yang dibacakan seakan membuka jendela baru menuju dunia yang penuh petualangan dan imajinasi. Ia tersenyum saat tokoh-tokoh dalam cerita menghadapi tantangan, tertawa ketika tokoh tersebut bertingkah lucu, dan sesekali merenung ketika cerita mengajarkan sesuatu yang penting. Tanpa disadari, dari momen sederhana itu, anak mulai memahami kata, menyerap makna, dan belajar “membaca dunia” melalui cerita, bukan karena paksaan, melainkan karena kesenangan dan rasa ingin tahu yang alami (Khaironi, 2018).
Peran Sastra Anak dalam Pengembangan Literasi Dini
Sastra anak memiliki peran sentral dalam menumbuhkan literasi pada anak usia sekolah dasar (Khaironi, 2018). Melalui cerita, anak perlahan mengenal huruf, kata, dan makna tanpa merasa terpaksa (Arsyad, 2013). Kegiatan membaca atau mendengarkan dongeng menjadi pengalaman belajar yang alami karena anak terlibat aktif dalam cerita yang menarik dan penuh warna (Khaironi, 2018). Konteks yang disediakan oleh sastra anak memudahkan anak memahami bahasa sehingga membaca bukan hanya sekadar mengenal huruf, tetapi juga menangkap pesan dan makna yang tersirat (Nurgiyantoro, 2010). Dengan demikian, sastra anak berfungsi sebagai media yang efektif untuk membangun fondasi literasi sejak dini.
Pengaruh Sastra Anak terhadap Kemampuan Berbahasa dan Imajinasi
Selain menumbuhkan literasi, sastra anak juga memperkaya kemampuan berbahasa dan imajinasi anak. Melalui cerita, anak dikenalkan pada kosakata baru, struktur kalimat, dan variasi bahasa yang beragam. Alur cerita dan tokoh yang menarik mendorong anak membayangkan berbagai peristiwa dan situasi yang tidak selalu mereka temui dalam kehidupan nyata (Nurgiyantoro, 2010). Proses ini merangsang kreativitas, imajinasi, dan kemampuan berpikir kritis karena anak belajar memahami hubungan sebab-akibat, menilai tindakan tokoh, serta memprediksi alur cerita (Khaironi, 2018). Dengan demikian, sastra anak tidak hanya mengembangkan kemampuan bahasa, tetapi juga membentuk pola pikir yang kreatif dan kritis.
Nilai Edukatif dan Pembentukan Karakter melalui Sastra Anak
Selain aspek kognitif, sastra anak juga berperan dalam menanamkan nilai moral dan membentuk karakter anak. Cerita mengenalkan anak pada nilai kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan empati (Nurgiyantoro, 2010). Nilai-nilai tersebut disampaikan secara tidak langsung melalui tokoh dan alur cerita sehingga anak dapat memahami pesan tanpa merasa dihakimi atau digurui. Pengalaman emosional yang diperoleh dari membaca cerita juga dapat meningkatkan kepekaan sosial anak serta membentuk sikap positif terhadap lingkungan sekitar (Khaironi, 2018). Oleh karena itu, sastra anak berperan tidak hanya dalam perkembangan kognitif, tetapi juga dalam membentuk karakter dan nilai sosial yang kuat.
Melalui cerita, anak tidak hanya belajar membaca kata, tetapi juga belajar memahami dunia. Sastra anak menjadi jembatan yang menghubungkan bahasa, imajinasi, dan nilai kehidupan dalam satu pengalaman yang utuh dan menyenangkan (Nurgiyantoro, 2010). Proses literasi yang berlangsung secara alami melalui cerita mendorong anak menjadi pribadi yang lebih kreatif, kritis, dan empatik.
Dengan demikian, sastra anak memiliki peran penting dalam pengembangan literasi dini pada anak usia sekolah dasar. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa, sastra anak juga memperkaya imajinasi dan menanamkan nilai karakter. Oleh karena itu, mendekatkan anak pada cerita sejak dini merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi yang literat, kreatif, dan berkarakter (Arsyad, 2013).
||* Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang
Daftar Pustaka
Arsyad, A. (2013). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Khaironi, M. (2018). Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age, 2(1). https://doi.org/10.29408/goldenage.v2i01.739
Nurgiyantoro, B. (2010). Sastra Anak dan Pembentukan Karakter. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 1(3), 25–40. https://doi.org/10.21831/cp.v1i3.232
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.


