|| Penulis: Rossa Eliyya Dwi Chandra*
Keberagaman budaya, suku, dan agama di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya mencerminkan kemajemukan Indonesia, tetapi juga berperan penting dalam membentuk kemampuan adaptasi sosial mahasiswa. Temuan tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan mahasiswa Program Studi Teknik Bioproses Universitas Brawijaya (UB) melalui Mata Kuliah Pancasila.
Penelitian yang melibatkan 40 mahasiswa Teknik Bioproses Angkatan 2025 tersebut menunjukkan bahwa interaksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya mampu menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif dan toleran. Sebanyak 30 responden terlibat melalui kuesioner dan 10 responden lainnya melalui wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88 persen responden kuesioner dan 70 persen responden wawancara mengaku memperoleh pengalaman positif dalam berinteraksi dengan teman yang memiliki budaya berbeda. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberagaman mampu memperluas wawasan mahasiswa sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami perspektif yang berbeda.
Tidak hanya berdampak pada aspek sosial, keberagaman juga dinilai mendukung kelancaran komunikasi antar mahasiswa. Sebanyak 82 persen responden kuesioner dan 70 persen responden wawancara menilai komunikasi di lingkungan perkuliahan berjalan dengan baik meskipun mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut hasil penelitian, penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa penghubung menjadi salah satu faktor utama yang membantu mahasiswa mengatasi perbedaan budaya. Selain itu, sikap saling menghormati, keterbukaan dalam berdialog, serta kemauan untuk memahami karakter satu sama lain turut berkontribusi menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Meski demikian, proses adaptasi tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Sebagian responden mengaku sempat mengalami hambatan pada masa awal perkuliahan. Perbedaan logat, kebiasaan berkomunikasi, hingga rasa canggung saat berinteraksi dengan lingkungan baru menjadi kendala yang paling sering ditemui.
Namun, hambatan tersebut umumnya dapat diatasi seiring meningkatnya intensitas interaksi dan kerja sama dalam kegiatan akademik maupun nonakademik. Kondisi ini menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang bukan menjadi sumber perpecahan, melainkan ruang pembelajaran yang memperkaya pengalaman sosial mahasiswa.
Temuan tersebut menjadi menarik karena menunjukkan bahwa keberagaman tidak hanya memiliki nilai sosial, tetapi juga nilai pendidikan. Mahasiswa belajar beradaptasi bukan melalui teori semata, melainkan melalui pengalaman langsung ketika berinteraksi dengan teman-teman yang memiliki budaya, bahasa, dan kebiasaan yang berbeda.
Dalam konteks yang lebih luas, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa lingkungan kampus dapat menjadi miniatur kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Kemampuan untuk menghargai perbedaan, membangun komunikasi yang sehat, dan bekerja sama dengan berbagai kelompok merupakan bekal penting yang akan dibutuhkan mahasiswa ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Penelitian ini juga menegaskan pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kampus. Toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman bukan hanya konsep yang dipelajari di ruang kelas, tetapi harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Ketika nilai-nilai tersebut diterapkan secara konsisten, kampus dapat menjadi ruang yang aman dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.
Pada akhirnya, keberagaman bukanlah hambatan dalam proses adaptasi sosial mahasiswa. Sebaliknya, keberagaman merupakan modal sosial yang mampu memperkuat karakter, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta menumbuhkan sikap toleran yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Penelitian ini dilakukan oleh Kelompok 10 Mata Kuliah Pancasila Program Studi Teknik Bioproses Universitas Brawijaya yang terdiri atas Sukma Indah, Syifa Alya Zahrani, Rossa Eliyya Dwi Chandra, Irene Najwa Ramadhani, dan Oktabela Dea Sawitri.
||* Mahasiswa Program Studi Teknik Bioproses, Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem, Universitas Brawijaya
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.


