Malang.HarianJatim.Com — Tim Riset Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) mengungkap bahwa pemilihan kata dan metafora di media sosial dapat menjadi pemicu kesadaran lingkungan masyarakat. Temuan ini dipaparkan dalam sesi diseminasi hasil riset bersama Earth Hour Malang di Maitri Coffee and Social Hub, Kota Malang, Jumat (7/8/2027).
Riset yang diketuai Hanum Lintang Siwi Suwignyo, S.Pd., M.A., dan didanai LPPM UPNVJT ini mengkaji penggunaan metafora konseptual dalam takarir dan tagar unggahan Instagram Earth Hour Malang sebagai strategi komunikasi pesan lingkungan dan perubahan iklim.
Hasil penelitian menunjukkan bahasa tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk cara masyarakat memahami persoalan ekologis sekaligus mendorong tindakan nyata. “Penggunaan bahasa berjalan dua arah. Bahasa dapat mencerminkan pikiran penggunanya sekaligus digunakan kembali untuk memengaruhi penggunanya,” jelas Hanum.
Riset ini menghasilkan sejumlah luaran konkret: artikel ilmiah yang telah terbit di jurnal terakreditasi Sinta 2, artikel yang akan dipresentasikan di Seminar Internasional ISRM UPNVJT pada September mendatang, buku referensi berbasis Linguistik Kognitif dan Ekolinguistik, serta video campaign dan poster rekomendasi metafora konseptual untuk Earth Hour Malang.
Vice Coordinator Earth Hour Malang 2025, Abdullah Radhi Maulana, menyebut kolaborasi ini sebagai yang paling berkesan dari sekian kemitraan yang pernah dijalin komunitasnya. “Baru kali ini kami bermitra dan bisa menghasilkan produk akademis yang sangat bermanfaat untuk kami,” ujarnya.
Sementara itu, Coordinator Earth Hour Malang 2026, Keitha, menilai temuan ini membuka perspektif baru soal peran bahasa dalam memengaruhi audiens muda. “Bahasa memiliki peran yang sangat penting untuk memengaruhi dan memprovokasi audiens kami yang sekarang mayoritas Gen Z agar lebih sadar terhadap kondisi lingkungan,” katanya.
Paparan riset itu turut menyentuh sisi personal peserta. Public Relation Earth Hour Malang, Ryan, mengaku bangga usai menonton video campaign yang dihasilkan tim peneliti. “Ada rasa bangga yang muncul di diri saya karena saya merasa sudah menjadi bagian penggerak pemerhati lingkungan dengan membawa tumbler ke mana-mana,” katanya.
Kolaborasi UPNVJT dan Earth Hour Malang ini menegaskan bahwa riset perguruan tinggi dapat diterjemahkan menjadi produk komunikasi aplikatif, sekaligus memperkuat kontribusi akademisi dan komunitas dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 13: Climate Action.


