Guru Bahasa Indonesia SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo Ikuti Pelatihan Analisis Morfologi dari Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur

  • Bagikan

Sidoarjo.HarianJatim – Puluhan guru Bahasa Indonesia SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo mengikuti Pelatihan Analisis Proses Morfologi, Sabtu (1/8). Pelatihan ini diselenggarakan oleh tim dosen Program Studi Linguistik Indonesia dan Program Studi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (BISPRO), Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik, UPN “Veteran” Jawa Timur.

Kegiatan yang digelar di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UPN “Veteran” Jawa Timur bertema “Pelatihan Analisis Proses Morfologi bagi MGMP Bahasa Indonesia SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo untuk Mendukung Pencapaian SDGs 4 (Quality Education) melalui Peningkatan Potensi Skor UTBK Siswa”. Pelatihan bertujuan memperkuat pemahaman guru terhadap materi morfologi, salah satu kompetensi dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, sekaligus mendukung kesiapan siswa menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Selama sehari penuh, peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pre-test, penyampaian materi afiksasi, pembahasan hasil evaluasi, penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), hingga presentasi hasil diskusi.

Ketua tim pengabdian, Hanum Lintang Siwi Suwignyo, S.Pd., M.A., mengatakan materi morfologi dipilih karena masih menjadi tantangan dalam pembelajaran di sekolah.

“Guru sebenarnya sudah akrab dengan materi morfologi, tetapi perkembangan soal-soal literasi dan UTBK menuntut cara penyampaian yang lebih analitis. Melalui pelatihan ini kami ingin berbagi pendekatan pembelajaran yang dapat langsung diterapkan di kelas, bukan hanya memperkuat teori,” ujarnya.

Wakil Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Alful Musrifah, M.Pd., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai pelatihan ini memberi ruang bagi guru untuk memperbarui wawasan sekaligus berdiskusi mengenai tantangan pembelajaran yang dihadapi di sekolah.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena materi yang diberikan sangat dekat dengan kebutuhan guru. Diskusi yang terjadi selama pelatihan juga membuka banyak perspektif baru mengenai cara mengajarkan morfologi agar lebih mudah dipahami siswa,” katanya.

Salah satu peserta, Alfi Faridian, M.Pd., menyampaikan hal senada. Menurutnya, sesi praktik menjadi bagian paling bermanfaat karena peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menyusun perangkat pembelajaran secara langsung.

“Biasanya kami hanya membahas konsep morfologi dari buku. Dalam pelatihan ini kami diajak menganalisis contoh soal, mendiskusikannya bersama, lalu menyusun LKPD yang bisa langsung digunakan di kelas. Pendekatan seperti ini sangat membantu guru,” ujarnya.

Tim pengabdian yang terdiri atas Hanum Lintang Siwi Suwignyo, S.Pd., M.A., Ambaristi Hersita Milanguni, S.Pd., M.A., Moulidvi Rizki Permita, S.Hum., M.A., dan Renta, S.Pd., M.A. juga membuka ruang konsultasi bagi peserta untuk mendiskusikan materi morfologi yang kerap menimbulkan kesulitan dalam proses belajar mengajar.

Melalui kegiatan ini, dosen dan guru dapat saling bertukar pengalaman sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan evaluasi pembelajaran saat ini.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Nordicnodes | smarter infrastructure for digital operators.