UPN Veteran Jatim Kembangkan Media Edukasi untuk Wisata Urban Farming

  • Bagikan
Tim Pengabdian Masyarakat UPN “Veteran” Jawa Timur memberikan pemaparan dalam kegiatan diseminasi media board game interaktif dan penanda visual untuk mendukung wisata edukatif Kelompok Tani Kosagrha Lestari di Medokan Ayu, Surabaya, Senin (21/9/2026). (foto: dok tim)

Reporter: harianjatim

Surabaya-harianjatim.com. Kebun di tengah permukiman kota tidak harus berhenti sebagai ruang untuk menanam dan memanen. Di Kosagrha Lestari, Medokan Ayu, Surabaya, lahan urban farming dikembangkan menjadi ruang belajar yang mengajak anak mengenal tanaman melalui permainan, peta wisata, dan penanda visual.

Gagasan itu dikembangkan Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Arsitektur dan Pariwisata UPN “Veteran” Jawa Timur melalui pengembangan board game interaktif dan signage untuk mendukung wisata edukasi yang dikelola Kelompok Tani Kosagrha Lestari.

Program tersebut diperkenalkan dalam kegiatan diseminasi di Balai RW 04, Perumahan Kosagrha, Jalan Medayu Selatan V, Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Senin (21/9/2026).

Bagi tim pengabdian, tantangan wisata edukasi bukan semata menghadirkan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Pengunjung, terutama anak-anak, juga membutuhkan pengalaman yang membuat mereka terlibat dan memahami apa yang dilihat.

Karena itu, fasilitas yang dikembangkan tidak hanya berupa peta wisata dan penanda tanaman. Tim juga merancang permainan papan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran sekaligus bagian dari aktivitas wisata.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UPN “Veteran” Jawa Timur, Magvira Ardhia Pratiwi, mengatakan seluruh media tersebut dirancang berdasarkan kondisi lingkungan dan kebutuhan Kosagrha Lestari.

“Seluruh fasilitas ini didesain khusus sesuai kondisi lingkungan Kosagrha Lestari agar mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan, terutama bagi pengunjung anak-anak,” ujar Magvira, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima media ini, Kamis,

Menurut Magvira, pendekatan tersebut mempertemukan disiplin arsitektur dan pariwisata. Ruang tidak hanya dipandang sebagai tempat berlangsungnya aktivitas, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Dalam penerapannya, board game digunakan untuk membantu anak mengenali lingkungan urban farming melalui aktivitas bermain. Sementara itu, peta wisata dan penanda tanaman berfungsi membantu pengunjung memahami kawasan serta menemukan bagian-bagian kebun yang menjadi tujuan edukasi.

Tidak berhenti pada penyerahan fasilitas, tim UPN “Veteran” Jawa Timur juga melatih anggota kelompok tani untuk menjadi pemandu permainan. Pelatihan tersebut ditujukan agar media yang telah dibuat dapat digunakan secara berkelanjutan ketika Kosagrha Lestari menerima kunjungan wisatawan.

Sebanyak 13 anggota Kelompok Tani Kosagrha Lestari mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua Kelompok Tani Kosagrha Lestari, Pridha Nashari Rakhmatika, mengatakan kehadiran media baru tersebut memberikan tambahan pilihan dalam kegiatan edukasi.

“Kami sangat senang dengan hasil yang dicapai. Kehadiran papan permainan membuat kegiatan edukasi di sini jadi lebih kaya dan bervariasi,” kata Pridha.

Menurut dia, peta wisata dan media permainan juga membantu kelompok tani ketika menerima dan mengarahkan pengunjung.

“Peta wisata dan media permainan ini sangat membantu kami dalam menyambut serta mengarahkan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” ujarnya.

Tim pengabdian terdiri atas Magvira Ardhia Pratiwi, Ledy Fitria, Annissa ’Ul Jannah, dan Galuh Pratama sebagai dosen, serta mahasiswa Musyaffa Akmal dan Nanda Nurrahma.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas dan tujuan kedelapan mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Pengembangan fasilitas ini menunjukkan bahwa wisata urban farming dapat diperluas fungsinya. Kebun bukan hanya tempat produksi tanaman atau ruang hijau di tengah kota, melainkan juga dapat menjadi ruang interaksi dan pembelajaran.

Di tengah semakin terbatasnya ruang terbuka di kawasan perkotaan, pendekatan semacam itu membuat keberadaan kebun komunitas memiliki fungsi yang lebih luas: menjaga aktivitas pertanian skala lokal sekaligus menyediakan ruang belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google  News harianjatim.com. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.

Download sekarang!

(rls/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90