Reporter : Junaidi
Sumenep-harianjatim.com. Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan sensus ekonomi melalui kegiatan pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022.
“Kami akan melakukan pendataan pada semua penduduk di Sumenep,” kata Ribut Hadi Chandra, Kepala BPS Sumenep,
Menurutnya, dalam pendataan ini BPS mengerahkan sebanyak 1.935 petugas yang ditarget menyelesaikan pendataan sekitar 370 ribu keluarga (KK) dalam rentan waktu satu bulan, yakni mulai 15 Oktober hingga 14 November 2022.
Chandra mengatakan, sebanyak 1.935 petugas tersebut terdiri dari 52 koordinator, 384 pemeriksa lapangan (PML) dan 1.499 petugas pendata lapangan (PPL). Rata-rata petugas diambilkan dari desa tempat mereka bertugas.
“Kalau koordinator dan PML, itu dari organik BPS. Mereka sudah kami latih,” jelas dia.
Baca : Seluruh Petugas BPS Tuban di Tes Urine Oleh BNNK Tuban
Dikatakan, PPL akan mendatangi rumah-rumah warga. Setiap petugas akan dibekali kartu pengenal dan surat tigas
Hasil pendataan nantinya akan diserahkan kepada pemerintah untuk dijadikan sebagai landasan dalam menentukan arah kebijakan.
Sebagai bentuk validasi data, juga akan dilakukan forum konsultasi publik yang melibatkan beberapa unsur. “Forum konsultasi publik ini masih akan dilakukan di tahun 2023 mendatang. Tahun ini masih lakukan pendataan awal,” jelas dia.
Dia menerangkan, BPS akan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam melakukan pendataan awal Regsosek 2022. Dirinya menganggap, dukungan dan kolaborasi sangat diperlukan dalam penyelenggaraan Regsosek mencakup pendataan, pemanfaatan serta pemutakhiran data
Sebagai informasi, kegiatan Rengsosek meliputi pendataan yang mencakup profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahteraan yang sangat beragam, mulai dari kondisi demografi, perumahan, keadaan disabilitas, kepemilikan aset, hingga informasi geospasial.
Baca Juga : BPS Catat Delapan Kota IHK di Jatim Alami Inflasi
(Jd/Red)


