Pendahuluan
Hidup manusia sangat bergantung dengan lingkungan hidup. Agar keberlangsungan hidup manusia berjalan lancar, diperlukannya lingkungan hidup yang berkualitas. Sebagaimana penjelasan dari Wihardjo (2021:11) bahwasanya manusia membutuhkan makhluk hidup lain untuk bertahan hidup, bukan lingkungan yang dibutuhkan manusia. Tak ayal permasalahan lingkungan ini sering menjadi ancaman bagi banyak orang. Apalagi dengan adanya permasalahan lingkungan yang sedang terjadi pada akhir-akhir ini sungguh menyentak pikiran kita. Beberapa fenomena yang terjadi akibat menurunnya kualitas lingkungan hidup tak lepas dari olah tangan manusia itu sendiri. Manusia kerap kali tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Tak hanya itu ketidakpuasan manusia yang selalu ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya menyebabkan mereka abai dengan fungsi dan akibat, manusia akhirnya mengeksploitasi lingkungan secara berlebihan.
Permasalahan tersebut menyebabkan kita berpikir bahwa sangatlah penting untuk menaruh perhatian yang lebih pada lingkungan. Dikarenakan baik buruknya kondisi lingkungan bergantung pada bagaimana perlakuan manusia terhadap lingkungan. Hamzah (dalam Dewi, 2022:75) menyatakan bahwa hubungan manusia dengan lingkungan bersifat sirkular, artinya segala sesuatu yang dilakukan manusia terhadap lingkungan akan mempengaruhi manusia itu sendiri. Sehingga sangat penting menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan, karena hasil dari bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan akan bermanfaat juga untuk diri kita sendiri.
Untuk mendidik manusia yang memiliki kesadaran atas pentingnya menjaga lingkungan, maka diperlukan peran seseorang untuk membina, membekali, dan menumbuhkan jiwa yang mencintai lingkungan pada anak. Oleh karena itu diperlukan peranan penting orang tua sebagai pendidik pertama dalam pembentukan karakter peduli lingkungan pada anak. Tak hanya peran orangtua yang dibutuhkan, namun peran guru sebagai orangtua kedua anak di sekolah juga sangat diperlukan.
Pembahasan
Pentingnya Mengajarkan Kepedulian Lingkungan Hidup pada Anak
Makna dari lingkungan hidup adalah suatu kepaduan antara alam semesta dengan seluruh makhluk hidup dan benda yang menempatinya. Kepaduan alam semesta ini maksudnya segala sesuatu yang telah disebutkan diatas berada ditempat/ruang yang sama dan membentuk suatu sistem. Jadi dalam kepaduan ruang, masing-masing saling mempengaruhi. Sebagaimana pemaparan dari Wihardjo (2021:17) bahwa lingkungan hidup terdiri atas 2 unsur, yang pertama ialah unsur hidup (biotik) dan yang kedua ialah unsur tak hidup (antibiotik). Kedua unsur ini memiliki ikatan timbal balik yang saling mempengaruhi dan memiliki ketergantungan satu sama lain. Dikarenakan saling mempengaruhi inilah yang membuat kehidupan manusia sangatlah rentan terhadap ancaman. Tak terkecuali ancaman dari lingkungan sekitar seperti, polusi, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dsb.
Ancaman tersebut sangat merugikan manusia, namun hampir semua permasalahan lingkungan yang sedang terjadi saat ini merupakan konsekuensi dari perilaku tidak ramah lingkungan yang telah diperbuat oleh manusia. Maka dari itu memiliki sikap peduli terhadap lingkungan sangatlah penting. Karakter peduli lingkungan perlu di bangun dalam diri manusia sejak dini. Seperti halnya pendapat dari Ahmadi (2018:8) sikap manusia terhadap lingkungan menentukan seberapa banyak pengetahuan yang dimilikinya. Perilaku ini dapat diperlihatkan dalam bentuk tindakan memperbaiki kerusakan lingkungan yang terjadi. Seperti, menjaga kebersihan lingkungan, mengikuti kegiatan pecinta alam, serta menggunakan barang-barang ramah lingkungan, sehingga kelangsungan lingkungan hidup akan terjaga.
Peduli Lingkungan Sebagai Salah Satu Pendidikan Karakter
Pendidikan lingkungan hidup merupakan upaya untuk mengembangkan sikap dan karakter untuk peduli dan menjaga lingkungan. Sebagaimana pemaparan Wihardjo (2021:77) bahwa, pendidikan lingkungan adalah upaya untuk mengubah perilaku masyarakat yang tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup di kehidupan manusia dan masalah lingkungan terkini. Sehingga hal itu dapat mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya melestarikan lingkungan hidup demi keberlangsungan generasi yang akan datang.
Dari definisi diatas bisa dikatakan, pendidikan lingkungan hidup sangatlah penting diberikan kepada anak sejak dini. Anak usia dini merupakan waktu emas penataan karakter dari seorang anak. Pada usia ini anak mulai mengenal diri sendiri, watak seseorang dan lingkungan yang ada disekitarnya. Di usia ini sangat penting untuk menyampaikan hal-hal yang afirmatif, seperti meminta anak membuang sampah pada tempatnya dll, hal tersebut akan membuat anak terbiasa dengan sikap cinta lingkungan saat mereka besar nanti.
Menurut Ismail (2021:61) dalam melakukan pengajaran mengenai lingkungan hidup kepada anak dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan, pengarahan, dan pendidikan, baik formal maupun non formal. Peran instansi sekolah pun sangatlah penting dalam hal mewujudkan rasa kepedulian terhadap lingkungan hidup pada anak.
Upaya Menumbuhkan Rasa Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup Pada Anak
Peran keluarga khususnya orang tua dalam pendidikan sangat berpengaruh terhadap pembentukan perilaku anak, karena keluarga adalah sumber pengetahuan pertama bagi anak. Usaha yang bisa dilakukan dalam menumbuhkan rasa kepedulian lingkungan hidup menurut Lidwina (2021) adalah: Membiasakan membuang sampah pada tempatnya, memberi contoh pada anak untuk menggunakan produk ramah lingkungan, mengenalkan reduce, reuse, recycle, mengajari anak menanam pohon dan berkebun, mengajak anak bepergian ke alam bebas.
Tak hanya keluarga sekolah juga mempunyai pengaruh penting dalam pembentukan karakter anak. Hal ini dikarenakan sekolah adalah rumah kedua bagi anak, tempat dimana anak menghabiskan waktu dari pagi hingga siangnya. Sehingga sekolah merupakan tempat yang tepat untuk yang dapat mengajarkan pendidikan lingkungan hidup pada anak, lewat guru maupun seluruh penyangga sekolah. Upaya ini bisa dilakukan menurut Ismail (2021:64) adalah: Membuat program rutin yang menunjang pembentukan karakter peduli lingkungan, mulai dari program rutin harian maupun mingguan. Program rutin harian yang dimaksud adalah piket kelas, sedangkan kegiatan rutin mingguan dapat berupa jumat bersih.Selain itu diperlukan penyediaan sarana dan prasarana oleh sekolah seperti, pengadaan tempat sampah, pengadaan tempat cuci tangan yang berada di setiap kelas, pengadaan toilet yang cukup serta air bersih, selain itu tersedianya slogan-slogan yang berisi ajakan untuk menjaga lingkungan juga sangat diperlukan.
Kesimpulan
Hidup manusia sangatlah bergantung pada lingkungan hidup, lingkungan yang berkualitas akan memberikan manfaat yang baik kepada manusia itu sendiri. Oleh karena hal itu, sudah sepatutnya manusia berperilaku lebih merendahkan diri kepada alam. Hal itu dapat diwujudkan dengan rasa peduli terhadap lingkungan hidup. Rasa kepedulian ini perlu ditanamkan kepada manusia sejak dini, agar rasa kepedulian tersebut melekat pada diri manusia hingga dewasa. Sehingga dengan begitu keseimbangan hidup manusia dapat tercapai.
Oleh: Elshita Indah Cahyani


