Reporter : Ponirin Mika
Probolinggo.HarianJatim.Com – program Pendidikan Diniyah Formal adalah satuan Pendidikan Formal yang diselenggarakan oleh dan berada di dalam pesantren dengan menggunakan literatur kitab kuning secara terstruktur dan berjenjang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki penguasaan ilmu agama Islam (mutafaqqih fiddin) yang mencakup.
Dengan adanya Pendidikan Diniyah Formal ini, pemerintah memberikan apresiasi terhadap pesantren yang selama ini telah mencetak santri-santrinya memiliki pengetahuan ilmu agama yang mumpuni.
Diantara Pesantren yang telah menggelar Pendidikan Diniyah Formal adalah Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.
Kepala PDF Kiai Abu Yazid Al-Bustomi mengatakan, target lulusan PDF Nurul Jadid tidak hanya mahir membaca kitab tapi juga memahami dengan baik.
“Kita berkomitmen santri yang masuk PDF tak hanya mampu membaca kitab kuning, tapi juga memahami dengan tahqiq kitab turats. Itu dimaksudkan agar menjadi muslim secara kaffah,” ujarnya. Selasa (21/02/23)
Menuju target itu, Kiai Busthomi akan mendesain pola pembinaan dan pembelajaran salah satunya melalui musyarawah dan kajian kitab kuning.
“Kita lambat laun akan terus berupaya menuju target maksimal. Tentu karena berbeda-beda kemampuan peserta didik yang masuk, tentu kreatifitas dalam mendesain kegiatannya harus lebih baik sesuai dengan tingkatan dan kebutuhan,” imbuhnya.
Ini tantangan bagi kita sebagai pengelola PDF, pasalnya menurut Kiai Busthomi tidak semua peserta didik yang ada saat ini ingin menguasai kitab.
“Tantangan kita adalah memaksimalkan pembinaan peserta didik PDF sebaik mungkin agar target mahir menguasai kitab tercapai,” ucapnya.
Selain itu, ada pembelajaran bahasa arab sebagai materi dasar. Sebab, kata Kiai Busthomi bahasa arab modal dasar bagi setiap orang yang ingin menguasai kitab turats.


